oleh

Dalam Festival Lobster Pemenang Lomba Memasak Lobster, Terima Hadiah dari Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani

Spread the love

BANYUWANGI – Dalam kedatangannya ke ajang Festival Lobster di pantai Mustika Pancer, Sumberagung, Pesanggaran, Banyuwangi, Bupati Ipuk Fiestiandani Azwar Anas berkesempatan menyerahkan hadiah kepada tiga pemenang lomba memasak lobster, Minggu, 4 April 2021.

Juara pertama lomba memasak kuliner lobster ini adalah Nurul Rosidah, istri Kapolsek Pesanggaran, AKP Subandi. Dia menyajikan sebuah resep yang dia namai Karlope (Kare Lobster Pedas).

Selanjutnya, kelompok ibu-ibu milenial Dusun Pancer yang menyajikan resep lobster bakar sambel ijo dan lobster bakar telor asin sukses meraih juara kedua. Terakhir, sebagai juara ketiga lomba memasak lobster disabet oleh Hamidah, warga Pancer. Dia menyajikan resep lobster asam manis dan kare indian lobster.

IMG-20210405-WA0023

Lomba memasak merupakan salah satu rangkaian Festival Lobster Mustika Pancer. Sebelumnya, para peserta telah belajar mengolah lobster dari juru masak (chef) El Royale Hotel Banyuwangi.

Setelah penyerahan hadiah lomba memasak, Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani mendemonstrasikan kelihaiannya memasak bersama chefdari El Royale Hotel.mata hadirin tertuju kepadanya saat orang nomor satu Banyuwangi ini memasak.
Dalam kesempatan ini, Ipuk tidak lupa mengucapkan terima kasih kepada para chef karena telah mengajari masyarakat Pancer membuat masakan lobster yang berkelas.

IMG-20210405-WA0022

Lebih lanjut, bupati Banyuwangi Ipuk menginformasikan mengenai gagasan wisata edukasi baru untuk budidaya lobster bernama “Lobster Center”. Untuk hal ini, dia mengaku telah mengkomunikasikannya dengan pihak BP3 Kabupaten Banyuwangi.

Jika gagasan ini bisa diwujudkan, Banyuwangi akan memiliki edu-wisata baru di bidang lobster. Kegiatannya bermacam-macam, antara lain riset, konservasi, penyuluhan, budi daya, dan seminar.

“Jika masyarakat ada yang tertarik menjadi pengusaha lobster, bisa mendapatkan edukasi dari Lobster Center,” ungkapnya.

Inovasi lain pemerintah kabupaten untuk mendorong perekonomian masyarakat adalah program belanja di pasar rakyat dan UMKM. Melalui gerakan ini, bupati Banyuwangi Ipuk mengajak seluruh ASN untuk membelanjakan uang mereka di pasar rakyat dan UMKM agar dapat meningkatkan ekonomi kerakyatan.
“ujarnya.

Salah satu UMKM yang tampil dalam acara tersebut adalah Asosiasi Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Banyuwangi. Produk-produk yang mereka tampilkan, antara lain berbagai jenis camilan, kopiah dari bambu, udeng khas Banyuwangi, dan beberapa produk kerajinan tangan yang lain.

Ada juga beberapa produk bubuk kopi lokal dari jenis robusta dan arabika. Macam-macam,” kata Abdul Azis, ketua salah satu Pokdarwis yang tergabung dalam asosiasi tersebut.

Tidak ketinggalan, komunitas Sangagung (Sanggar dan Siliragung) juga memperkenalkan produk kopi lokalnya. Selain UMKM, Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang bergerak di bidang Lembaga Keuangan Bukan Bank (LKBP) juga turut memperkenalkan usaha yang dijalankannya.

“Produk unggulan pembiayaan dari kami ada dua, yang pertama adalah ULaMM dan yang kedua adalah Mekaar. Yang kita tampilkan di sini adalah produk-produk binaan nasabah,” kata Ramadani dari PNM.(Mbah Din)