oleh

Parade Puisi Lentera Sastra Komunitas Lentera Sastra (Terminal Literasi Pegawai Kementerian Agama) Kabupaten Banyuwangi

Spread the love

Parade Puisi Lentera Sastra
Komunitas Lentera Sastra (Terminal Literasi Pegawai Kementerian Agama) Kabupaten Banyuwangi, mengadakan Parade Puisi di Anjungan Wisata Jopuro Desa Kampunganyar Kecamatan Glagah, Minggu (13/6/21).

Kegiatan tersebut dihadiri Budayawan dan Sastrawan maupun guru penggiat literasi. H. Dimyati, Kepala Seksi PAIS (Pendidikaan Agama Islam) mewakili Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi menyampaikan bahwa dengan adanya komunitas Lentera Sastra ini, semangat literasi di lingkungan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi tumbuh dengan pesat.

IMG-20210613-WA0075

“Penulis pada Kantor Kementerian Agama selalu memberikan warna religi dalam karyanya dan mewarnai web Kemenag provinsi dan nasional, ” ungkapnya.

Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi memberikan suport penuh dengan kegiatan Lentera Sastra yang dilaksanakan secara mandiri.
DKB Kabupaten Banyuwangi yang diwakili beberapa pengurusnya memberikan apresiasi terhadap yang sudah dilakukan ASN pada Kementerian Agama. Sebagaimana disampaikan Slamet Hariyanto atau biasa dipanggil Kang Momo, pria yang aktif menulis puisi dan lirik lagu ini merasa bangga sekaligus malu ketika mendapat undangan dari Lentera Sastra, Bangga karena semangat ASN Kementerian Agama yang secara mandiri mampu menggerakkan Sastra dan literasi.

IMG-20210613-WA0077

“Kami bangga dan sekaligus malu, karena DKB belum melaksanakan kegiatan sebagaimana yang telah dilaksanakan Lentera Sastra, ” ungkapnya.

Senada dengan yang disampaikan Kang Momo, Sekretaris DKB Nany Asiyani turut bangga dengan semangat literasi di Kementerian Agama, dari tingkat MI, MTs, MA hingga para guru penggerak Literasi.

“Hampir tiap hari saya membaca opini yang ditulis guru maupun siswa madrasah, ” tuturnya.

Pengawas SD ini juga berkenan menyampaikan Buku Kamus Bahasa Daerah Using-Indonesia kepada Lentera Sastra.

IMG-20210613-WA0076

Buku tersebut di cetak oleh Mbak Emillia Contessa (anak kandung Hasan Ali) untuk diberikan kepada yang benar benar membutuhkan. Dalam ngaji sastra yang dipandu oleh Nurul Ludfia Rohmah, menghadirkan banyak narasumber dari DKB seperti Fatah Yasin Noor, juga Ketua Sanggar Merah Putih 45 Aguk Wakyu Nuryadi yang memberikan banyak masukan terhadap pembacaan puisi baik yang dilakukann siswa MAN 1 Banyuwangi maupun ASN Kementerian Agama.

“Tidak ada aturan yang benar benar baku tentang pembacaan puisi, ” katanya.

Menyinggung tentang penulisan puisi, Bung Aguk– pangilan akrabnya membahas beberpa puiisi yang ada pada Buku Pojok Romanza.

“Almarhum Achlis Yusrianto sesuai dengan puisinya bukanlah sastrawan, melaikan seorang filosof, sehingga tulisan puisinya bukan hanya bernilai sastra, tetapi juga tuntunnya sufireligi, ” ungkapnya.

Berbeda dengan para Narasumber sebelumnya, Budayawan Banyuwangi yang juga Ketua Komunitas Kiling Osing, Aekanu Hariyono sangat tertarik dengan beberapa penampilan pembacaan puisi, seperti pembacaan puisi secara bersama yang dilakukan Faiz Abadi dengan kedua putranya.

“Penampilannya sangat bagus, sebagai salah satu bentuk pendidikan dan pengkaderan sastra kepada anak-anaknya, karena guru terbaik bagi anak anak adalah kedua orang tuanya, ” katanyanya.

Tour Guide yang telah malang melintang di beberapa negara tersebut berharap semangat menumbuhkan budaya dan sastra terus dipupuk untuk tetap menjaga kearifan lokal tetap terjaga, termasuk apresiatif penampilan musikalisasi puisi Istiqlal Syukri Ahmad, siswa MI Islamiyah Rogojampi duet dengan ibunya Yeti Chotimah.

Ketua Lentera Sastra H. Syafaat menyampaikan bahwa apa yang dilakukan oleh Lentera Sastra semoga menjadi pemantik agar sastra yang telah tumbuh subur di Bumi Blambangan ini semakin tumbuh berkembang.

“Kerjasama antar lembaga tetap harus kita jaga dan kembangkan untuk perkembangan Literasi, Budaya dan sastra di Kabupaten Banyuwangi, ” tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut Syafaat juga menyampaikan banyak terima kasih kepada semua pihak yang turut membantu sukses pelaksanaan acara.

“Terima kasih kepada semua pihak yang mensuport kegiatan ini, terutama Bu Latifah, Kepala Desa Kampunganyar yang memfasilitasi tempat dan jamuan khas Jopuro, ” tuturnya.

Juga kepada BPAN-AI yang juga hadir dalam kesempatan tersebut.
Gegap gempita pengunjung Wisata Jopuro dihebohkan dengan penampilan Pembacaan Puisi dan drama yang dilakukan oleh Tjatur Pramukho Shakti , seniman dan Budayawan Banyuwangi dan Istiqlal Syukri Ahmad (siswa kelas 4 MI Islamiyah Rogojampi) yang mampu menghipnotis pengunjung. Penampilan pria berambut gondrong yang sudah memuth semua tersebut sangat totalitas ketika membacakan puisi, anjungan Wisata Jopuro menjadi pusat perhatian ketika budayawan gaek ini tampil. Yang mampu diimbangi oleh Istiqlal Syukri Ahmad. (Syaf/AWN)