oleh

UNIBA RINTIS DESA BINAAN MENUJU DESA PINTAR DI BANYUWANGI

Spread the love

Desa Pintar merupakan pilihan yang tepat bagi Perguruan Tinggi Universitas PGRI Banyuwangi sebagai perwujudan Tri Darma Perguruan Tinggi yakni pengabdian masyarakat berlokasi di Desa Banjar, Kecamatan Licin. Desa pintar Banjar akan menjadi salah satu desa binaan. Segenap Civitas Akademika juga ikut andil mewujudkan. Koordinasi Desa Pintar dilaksanakan di Kampus B, Jumat (18/06).

Dr. Gatut Rubiono, MT. bahwa Desa Banjar sebagai Desa Pintar sebenarnya berasal dari pemikiran Komandan Kodim O825 Banyuwangi, Letkol Inf. Yuli Eko Purwanto dan Universitas PGRI Banyuwangi sebagai Mitra. Melalui desa pintar inilah, Uniba memberikan pendampingan edukasi kepada masyarakat.

Menurut Gatut “Banyak yang bisa kita lakukan untuk desa Banjar yang harapannya menjadi desa binaan Uniba. Uniba memiliki prodi dan SDM yang luar biasa sehingga mampu memberikan edukasi kepada masyarakat. Salah satunya misalnya pengentasan buta aksara kurang lebih 2% dari seluruh jumlah penduduk. Disisi lain banyak potensi yang dapat dikembangkan misalnya pertanian, wisata, perikanan dsb. Saya kira semua prodi tidak akan kebingungan masalah terkait pengabdian. Sekali lagi kita sebagai konseptor edukasinya, ”tuturnya.

Hal yang sama juga ditambahkan oleh Husen matamin, MP. Humas UNIBA bahwa “Desa pintar dapat merubah minset agar lebih maju. Fokus Uniba memberikan edukasi dalam beberapa bidang sehingga muncul kreaktivitas dalam memajukan desanya. Dengan sendirinya potensi desa akan terangkat. Kita ambil contoh Prodi Kima dengan menguji Gula aren dengan memanfaatkan Lab Kimia, Prodi Budidaya Perikanan dengan konsep perikanan, prodi bahasa Inggris dengan pendampingan agar pemuda desa Banjar dapat berbahasa Inggris, prodi sejarah dapat mengangkat sejarah desa Banjar, dan masih banyak prodi yang berpotensi yang dapat mengangkat desa banhjar sebagai desa Pintar,” Ungkapnya.
Selain kepentingan pengabdian masyarakat, menurut Wakil Rektor 1 UNIBA bahwa melalui program Desa Pintar ini, lembaga dapat berkonstribusi untuk daerahnya sendiri sebagai pengembangan keilmuan terutama implementasi dari MBKM.

“Program MBKM wajib untuk mahasiswa dan dosen melaksanakan, tercatat dan terlapor, “Tegas Drs. H. Eko Listiwikono, MM.

Terakhir sebagai penutup ditegaskan kembali oleh Rektor Dr. H. Sadi, MM. bahwa Arah kebijakan pemerintah melalui MBKM dapat diimplementasikan melalui pengabdian masyarakat secara berkelanjutan. Dan ini menjadi hal yang positif untuk kampus kedepan. Uniba terus bermitra dengan beberapa lembaga dan SKPD Cabang Dinas Pendidikan, Polresta Banyuwangi dan lainnya. Ini suatu kepercayaan yg harus direspon secara positif untuk Uniba dan Kabupaten Banyuwangi lebih baik kedepan.

Dipenghujung terakhir Dr. H. Sadi,. MM menyampaikan “Desa Pintar dapat bisa terialisasi, jika niat kita postif dan dan semuanya dapat dilakukan,” katanya. (Miskawi Kebangsaan).