oleh

Sonjo Gesah Tanek Ngaro Gawe Ulang Tahun “GBOT” Kang Kaping 7

Ulang tahun GBOT (gesah Boso Osing Tulen) Banyuwangi merupakan sebuah momen yang banyak ditunggu oleh seluruh anggota GBOT baik yang berdomisi di Kota Banyuwangi sendiri maupun anggota yang ada di luar kota termasuk anggota yang ada di luar negeri. Rangkaian peringatan hari ulang tahun yang terselenggara di Kedai Kopi jamu “Shotel” dusun Payaman Kelurahan/Kecamatan Giri Banyuwangi-Jatim Rabu (14/12/2021) diawali Sambutan Ketua Panitia yang disampaikan oleh Sunan Kanjeng dan dilanjutkan sambutan Kang Ayong Laros selaku Ketua GBOT.

Sunan Kanjeng dalam sambutannya mengucapkan banyak terima kasih kepada seluruh anggota GBOT karena : “Tanpa kekompakan kalian, tak akan mungkin acara ini berlangsung secara meriah,” sambutnya.

IMG-20211216-WA0023

Sedang Kang Ayong Laros selaku Ketua GBOT sebelum memulai sambutan, meminta kepada seluruh anggota GBOT untuk memanjatkan Do’a yang ditujukan kepada saudara saudara kita yang ada di Lumajang dan NTB yang pada saaat ini mengalami musibah. Dalam sambutannya : “Sebenarnya saya berharap perayaan ini tidak sebesar dan semeriah ini, namun kalian semua lah yang dengan inisiatif sendiri sendiri membuat perayaan ulang tahun GBOT yang ke 7 sebesar dan semerih ini, terima kasih untuk semua anggota yang telah mencurahkan tenaga, moril maupun material nya demi mensukseskan acara ulang tahun GBOT yang ke 7 ini, ” cetusnya.

Lebih lanjut Kang Ayong mengucapkan rasa terima kasih kepada anggota GBOT yang ada Arab saudi dan Hongkong yang telah mensuport acara ini dengan mengirimkan nasi tumpeng dan kue tart, juga trimakasih

“Saya ucapkan untuk seluruh anggota yang ada di Pulau Bali, Sumatra, Sulawesi, Papua, Madura, Maluku dan yang ada kota kota lainnya baik yang ada di dalam maupun yang ada diluar negeri dan telah sukarela mengirim dana untuk berlangsungnya kegiatan ulang tahun GBOT yang ke 7 ini, ” tambahnya.

IMG-20211216-WA0022

Acara dimeriahkan dengan pesta tiup lilin dan dihibur oleh Tarian daerah Banyuwangi yang cukup fenomenal diantaranya Tari Jejer gandrung, Punjari dan Jaran goyang yang dibawakan dengan penuh penghayatan tinggi sehingga mampu menghipnotis semua undangan untuk memberikan applause yang berkepanjangan.

Kang Ayong Laros dalam wawancara dengan awak media JurnalNews.com dan awak media cetak Kebundha menjelaskan bahwa : “GBOT berdiri pada tahun 2014 dengan jumlah anggota sampai hari ini sejumlah 29.000 orang yang tersebar di seluruh Indonesia dan di Luar negeri. Siapapun bisa menjadi anggota GBOT melalui media sosial dengan catatan mereka terlebih dahulu harus mengisi formulir, apabila mereka tidak mau mengisi formulir secara otomatis akan ditolak oleh sistem, ” jelasnya.

Selain itu, Kang Ayong Laros menambahkan “GBOT menerima anggota dengan selektif dan ketat, dan setiap hari yang ingin menjadi anggota GBOT antara 20 orang, ” katanya.

Perayaan hari ulang tahun GBOT merupakan salah satu rangkaian peringatan hari jadi yang dihadiri oleh anggota, stakeholder hingga media Online dan cetak. Ulang tahun GBOT juga dapat dijadikan momen dimana para anggota dan pengurus bernostalgia mengingat kisah haru dan bahagia ketika awal membangun komunitas dari awal. Selain itu, peringatan hari ulang tahun GBOT juga dapat digunakan untuk menjalin koneksi antar anggota yang jarang bertatap muka karena berjauhan tempat tinggal/domisili yang berbeda dimana ada yang tinggal di luar kota bahkan luar negeri. Untuk itu, ide kreatif dan konsep selalu berbeda tiap tahun, misalnya tahun ini membuat peringatan hari ulang tahun di sebuah kedai kopi jamu “Shotel” yang terletak di dusun Payaman Kelurahan/Kecamatan Giri menjadi lebih hidup dan terkenang di hati para undangan yang mendatanginya. Untuk anggota yang ada di luar kota dan yang ada di luar negeri, bisa mengakses secara virtual.

Menurut pendapat anggota GBOT yang bernama Mahbubah (Sukojati) : “Even ini sangat bagus, dan semoga ke depannya dikemas lebih bagus lagi” . Sedang menurut Agus (Grogol) : “Semoga kita semua para anggota GBOT dapat menciptakana seduluran selawase (persaudaraan selamanya)”. Sedang Bambang pamungkas mengatkan : “Semoga GBOT tetap guyub, rukun dan seduluran selamanya”.

Mengakhiri acara, ditutup dengan do’a yang disampaikan oleh Kabul Kajate dan kemudian dilakukan prosesi potong tumpeng dan makan bersama.
(Hariyanto)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *