BANYUWANGI- AM (18), warga Desa Jambewangi, Kecamatan Sempu, nekat mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri, peristiwa itu pertama diketahui oleh ibunya sendiri.
Remaja yang masih aktif sebagai santri di kota Kediri tersebut, diketahui dalam kondisi menggantung dengan tali yang terikat dileher, saat sang ibu membuka pintu kamar korban, Rabu (27/10), sekira pukul 04.10 WIB.
Kapolsek Sempu Iptu Karyadi membenarkan adanya pristiwa seorang remaja yang gantung diri di dalam kamarnya sendiri.
“ Kita mendapat laporan warga ada yang gantung diri, saat itu juga kita telepon tim medis untuk kelokasi bersama.” Jelasnya.
Menurut Karyadi awal diketahui oleh ibunya sendiri di kamarnya, korban diketahui tergantung dengan tali dilehernya.
“ Korban tergantung dengan tali nilon pada ventilasi udara kamarnya. Setelah tim medis bersama anggota polisi bersama warga mereka menurunkan korban” paparnya.
Menurut keterangan saksi, saat diturunkan korban masih bernafas, dan sempat dibawa ke puskesmas terdekat. Namun sayang setelah menjalani penanganan medis, nyawa korban tidak tertolong.
Dari penyelidikan yang dilakukan pihak kepolisian, belum diketahui apa yang menjadi motif korban, mengapa nekat mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri. Namun dari keterangan orang tua kandungnya, korban yang diketahui sudah 15 hari berada di rumahnya tersebut, sudah merasa tidak betah lagi untuk tinggal di pondok.
“ Korban sering menunda untuk kembali ke pondok saat diminta oleh orang tuanya. Dan hari ini sebenarnya korban akan berangkat ke Kediri dengan menaiki kereta api,’’ pungkasnya.
Reporter: J. Subhan


Komentar