oleh

Yuk, Jadi Nasabah Bank Sampah ?

Lho bank kan urusan uang, kok ini sampah? Ya, bagaimana masalah sampah yang selalu jadi PR, kini bisa rupiah bahkan emas nan bersih berkah.

Kerjasama yang harmonis dari penyelenggara kegiatan Hari Santri dan Hari Sumpah Pemuda, yaitu Asosiasi UMKM Gotong Royong’45 Banyuwangi, Takmir Masjid Al-Hilal Sobo, serta Sanggar Merah Putih’45, selain gelar lomba mewarnai dan menggambar, juga digelar pelatihan pengelolaan sampah rumah tangga, dengan menghadirkan Indra Suwandono dan Istianah sebagai Penyuluh Dinas Lingkungan Hidup unit Bank Sampah Banyuwangi (BSB), bakdha Jumatan,(29/10/2021).

IMG-20211030-WA0000

Bapak Indra mengawali edukasi dengan materi pengelolaan sampah organik dengan beragam cara. Sebelum pemaparan kelola sampah anorganik, pak Indra memberikan beberapa kriteria sampah yang bisa ditabung di Bank sampah.

Ada hampir 45 point’ kriteria sampah anorganik yang bisa dibawa ke Bank Sampah dan dijadikan tabungan atau bila sudah terbentuk dasa wiswa bisa diambil, yang nanti akan diberikan buku tabungan dengan pencatan nominal gram sampah yang dihasilkan.

Selain itu, disampaikan pula jika nilai nominal tabungan sampah sudah mencapai 50ribu juga bisa ditukar dengan kepingan emas murni 24 karat seberat 0,025 gram.

Penjelasan gamblang pak Indra rupanya mengundang rasa penasaran bendahara takmir H.Zainuri dengan terpesona sangat tertarik dengan sistem kelola sampah ini
Bagaimana caranya supaya kami bisa segera bergabung menabung ke Bank Sampah Banyuwangi? Apakah ada persyaratannya? dijawab dengan ramah oleh Indra, bahwa syaratnya hanya mengisi formulir yang sudah disediakan disertai foto copy KTP saja, lalu berkomitmen secara mandiri setiap individu untuk terus menabung sampah dari rumah dengan cara dipilih, dipilah sampah organik dan anorganik, dan antarkan ke Bank sampah yang ada di Banyuwangi ini.

IMG-20211030-WA0002

Atau, jika dikelola oleh sebuah kawasan, komplek perumahan, bisa memanggil petugas Bank Sampah untuk dijadwalkan kedatangannya di kawasan dimaksud.

Mendengar penjelasan yang menggembirakan itu, serentak saja para peserta pelatihan ini mengisi formulir pendaftaran bersama sama supaya bisa bergabung menjadi nasabah bank sampah, bisa secepatnya mendapatkan buku tabungan Bank Sampah untuk menabung sesampahan yang ada dirumahnya selama ini.

“Banyak yang bisa kita lakukan dengan sampah sampah ini setelah kita memilahnya, ” lanjut Pak Indra seraya sampaikan bupati himbau para pejabat punya tabungan bank sampah.

Sesaat kemudian Pak Indra memaparkan beberapa tekhnik pengolahan sampah.
Didahului dengan mengolah sampah organik, pak Indra menyarankan beberapa alternatif yang bisa dipilih warga menurut yang paling mudah dikerjakan
Mulai dari tekhnik komposter, yaitu pembuatan POC (Pupuk Organik Cair), tekhnik Takakura jika ingin membuat pupuk kering dan tidak bau, Wasima (Wadah Sisa Makanan), Eco Enzym, Biopori yg bermanfaat juga dijadikan resapan air sehingga bahaya banjir bisa dicegah.
Bahkan minyak jelantah juga jangan dibuang jika tidak ingin laut tercemar akibat jelantah dari aliran air yang sulit terurai. Ayo, minyak jelantah bisa disulap menjadi lilin yang cantik dan romantis

Drs. H. Agus Iskandar, seorang tokoh aktivis silaturahim muslim yang dari awal mengikuti pelatihan ini juga sangat terpana dengan ilmu baru yang beliau dapatkan hari ini. Sambil manggut-manggut, beliau mendekati properti yang dibawa oleh tim Bank Sampah. Yang paling menarik baginya adalah wadah komposter
“Apakah komposter ini bisa diperbantukan untuk warga disini? Supaya warga bisa membuat kompos sendiri? tanya aktivis KAHMI dan PBB ini.

“Untuk bisa memiliki komposter ini, seluruh warga harus memiliki kekompakan mau mengelola sampahnya secara bersama-sama. Dan harus ada proposal yang diajukan ke Dinas Lingkungan Hidup.IMG-20211030-WA0003 Supaya penggunaannya dapat efektif, tidak muspro begitu diberikan, ” jelas Indra sambil senyum.

 

Selanjutnya, untuk pengelolaan sampah anorganik, narasumber Istiana memberikan arahan untuk warga agar sedapatnya memilah dulu sampah anorganik secara detail. Sesampahan yang ada nilai jual di Bank Sampah inilah yang bisa ditabung.
Yang tidak memiliki nilai jual di Bank Sampah akan sangat layak untuk dibikin recycle daur ulang, bisa langsung dikerjakan seperti bungkus mie, bekas gelas air mineral, botol minuman, bahkan styrofoam, pampers dan bekas masker medis juga bisa didaur ulang, dan disulap menjadi barang yang bernilai ekonomi tinggi.

“Bisa membantu menunjang perekonomian keluarga, ” tandas ibu warga Pakis Jalio yang menerima jasa jahitan di rumah.

Di akhir sesi, disarankan untuk hasil karya daur ulang sampah ini baik organik dan anorganik, warga bisa bersinergi dengan UMKM Gotong Royong”45 supaya bisa dibantu untuk membuka stand warga yang khusus menjual pupuk organik maupun hasil karya dari daur ulang sampah anorganik.

Tercenung sejenak diangan angan, jika warga semua bisa pilih pilah dan olah sampah, tidak akan ada lagi sampah yang dibuang sembarangan, serta ekonomi keluarga terbantukan dengan menjual sesampahan yang selama ini jadi momok.
Pemandu Penyuluhan, Puji Winarsi yang satu kakinya palsu dan sudah lama jadi nasabah bank sampah, di hari ke-4, Sabtu (30/10/2021), akan jadi narasumber Mendongeng, bercerita dan berkisah dilanjut jadi juri Lomba Baca Puisi.

Agenda rangkaian event diipungkasi dengan penyerahan tropy dan sertifikat,dooprise dari kupon voucher bazaar ada emas,tasbih kreasi DQ Souvenir dan ragam produk UMKM pada Minggu pagi dilanjut Pengajian Hikmah Maulid Nabi Besar Muhammad SAW dengan mubaligh Habib Ahmad Bin Faisol Al-Hamid asal Ketapang usai jamaah Dhuhur.
#Pilih_pilah_olah sampahku dimulai dari rumah, dan lakukan sekarang juga.
(Zhie/AWN).

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *