EO Senyum Agmadina menggelar Pelatihan praktis menulis dan terbitkan buku yang diperuntukan bagi mahasiswa, guru dan para penggiat literasi. Kegiatan yang digelar pada hari Minggu(07/11/21) menghadirkan narasumber kapasitas nasional Yeti Chotimah M.Arts dan Maulana Affandi, S.S, bloger dan penerbit.
Pelatihan menulis ini sangat penting untuk mengasah minat bakat dalam menciptakan karya- karyanya agar lebih menarik untuk bisa disajikan dalam bentuk cetakan buku maupun online dan e-book. Penerbit Lintang Banyuwangi juga memfasilitasi para penulis yang ingin menerbitkan buku ber ISBN walaupun hanyai 5 eksemplar…misal karya siswa untuk prestasi perpustakaan sekolah.

Yang menariknya lagi, owner Waroeng Kemarang juga akan menjadi keynote speaker di pelatihan ini, ” Saya sangat senang dan mendukung pelatihan menulis ini bisa di selenggarakan di Waroeng Kemarang. Dalam pelatihan nanti saya akan memberikan motivasi inspiratif tentang berkarya dan akan memberikan voucher makan di Waroeng Kemarang dan dooprise buku Kembali ke Desa!” ” ucap Ir. Wowok Meirianto dengan semangat dan antusias yang tinggi yang ditemui media ini saat bincang dengan ketua adat EO Senyum Agmadina yang mengemas pelatihan yang langsung praktek ini. “Monggo peserta bisa bawa karya yamg sudah ada baik fiksi maupun artikel ilmiah, kita sinau bareng, ” tutur penggiat Forum Banyuwangi Sehat dan Forum Pembauran Kebangsaan ini.
Kegiatan ini penyegaran buat penggiat literasi karena dalam kehidupan sehari-hari selalu bersentuhan dengan tulisan. Tentu beda penulisan ilmiah,jurnalistik, dan fiksi. Maka diperlukan kemampuan khusus menulis sesuai bakat minatnya.Menurut fasilitator pelatihan praktis ini, Bung Aguk Darsono menjelaskan ” Meskipun dianggap sudah bisa secara otodidak, namun akan jauh lebih baik jika ditambah dengan pengetahuan dan skill yang didapatkan dari para narasumber dan sesama peserta. Harapannya, dengan berbagi pengetahuan maka pengetahuan yang didapat bisa diterapkan dengan baik.Tidak banyak orang yang senang menulis, dibutuhkan skill melalui latihan. Peserta dibimbing menulis, dievaluasi, dan dikritisi, sesuai dengan sikon,” kata ketua EO Senyum Agmadina sembari himbau peserta sadar diri,ruang dan waktu serta bisa bawa karya tulsan untuk diapresiasi.
Selanjutnya, materi disambung dengan Praktek membuat Cerpen tiga paragraf dan Puisi tiga bait.
“Menjadi penulis modalnya adalah kemauan dan ketekunan melatih kemampuan menulis, banyak membaca, dan mengamati peristiwa yang dituangkan dalam bentuk tulisan, bisa menjadi dasar latihan yang sagat penting. Kuncinya juga..boleh nunggu mood namun disiplin deadline menjadi momentum wujudkan karya,” terang mentor Yeti Chotimah yang sudah menerbitkan 7 buku.
(Q’Nin)


Komentar