Kado Istimewa SMAN 1 Genteng Untuk LVRI Kabupaten Banyuwangi
Bulan pahlawan tepatnya tanggal 10 November 2021, rangkaian kegiatan SMAN 1 Genteng .Acara di kemas dengan pembudayaan JSN’45 oleh DPC LVRI Banyuwangi dan sekaligus tabur bunga di Makam Taman Pahlawan (TMP) Wisma Raga Satria Banyuwangi. Kamis, (04/11/21).
Wijayanti, S.Pd. bersama Dewan Guru lainnya mendampingi siswa-siswinya di Makam Taman Pahlawan (TMP) Wisma Raga Satria Banyuwangi. dalam sambutannya sekaligus mewakili Kepala sekolah SMAN 1 Genteng menyampaikan “Pejuang telah memberikan nafas perjuangan dan semangat buat kami semuanya. Terima kasih yang sebesar-besarnya karena jasa beliaulah kami bisa merasakan hasil kemerdekaannya. Kami berharap kepada generasi muda khususnya siswa dan siswi SMAN 1 Genteng jangan pernah melupakan jasa para pahlawan dan belajar tentang nilai-nilai keteladanan yang sudah dibuktikannya,” ungkap Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan.

Beliau juga menambahkan bahwa jika Kegiatan ini adalah kegiatan Rutin, ini adalah tahun ke 20 kegiatan yang ke 19. Pada tahun 2020 kegiatan tidak kita laksanakan walau sebenarnya sudah kami agendakan, karena tertunda masih dalam pandemi covid 19. Tapi harapan kami kegiatan ini terus kita laksanakan bersama DPC LVRI Banyuwangi sebagai bagian dari penanaman JSN’45,” Tambahnya.
Narasmber JSN’45 dari DPC LVRI Banyuwangi yaitu Kapten (Purn) Kusnari, Brigadir Pol (Purn) IGB Sudharma, Serma (Purn)Suwadi, Serka (Purn) Sutrisno.
Kapten (Purn) Kusnari sangat mengapresiasi kepada Guru dan Siswa-siswa SMAN 1 Genteng dalam kegiatan ini. Beliau berpesan kepada siswa dan siswi “Untuk tidak melupakan sejarah perjuangan bangsa. Bangsa yang besar adalah bangsa yang tidak melupakan jasa para pahlawannya.Bangsa yang besar adalah bangsa yang tidak melupakan tanah airnya. Bangsa yang besar adalah bangsa yang tidak melupakan bendera tanah airnya,”pesannya Ketua DPC LVRI Banywangi.
Dalam pidatonya, Kapten (Purn) Kusnari menyampaikan “Anak-anakku sekalian, kemerdekaan ini adalah milik para pejuang dan pantas jika kita tidak boleh melupakannya. Mereka rela mengorbankan nyawa sebagai taruhannya. Saya melihat betul bagaimana perjuangan sahabat kami. Ada yang tertembak, gugur dalam medan pertempuran, seorang istri yang kehilangan suami dan anak yang kehilangan ayahnya. Bersyukurlah kita ini semuanya. Bahkan tidak pernah terfikirkan dirinya akan disebut sebagai pahlawan. Oleh karena itu, Saya titipkan kemerdekaan ini dan tegakkan NKRI. Kami tidak hanya mengingingkan kemerdekaan namun NKRI harus terwujud. Veteran selamanya tetaplah pejuang dan tetap prajurit revolusi fisik dan bahkan tetap menjadi pelopor perjuangan rakyat sepanjang masa dengan tetap terus mengarah kepada cita-cita proklamasi 1945 termasuk menjadi insan teladan. Kami tidak akan bilang capek, bilang sakit. Tau kenapa anak-anakku…..kami masih punya semangat perjuangan……….jangan kalah yang muda pada kami, ”jelasnya.
“Ketika Kami sudah Purnawirawan bukan berarti tugas kami selesai. selamanya kami akan terus berjuang termasuk memberikan semangat juang bagi generasi muda. Namun ketika hari ini allah SWT menjemput kami semuanya, kami justru bangga, karena meninggal saat kami berjuang memberikan sosialisasi kepada anak anakku saat ini, ”tambahnya.
Kegiatan berlangsung dengan lancar. Kolaborasi pembacaan Puisi oleh Brigadir Pol (Purn) IGB. Sudharma dengan siswa SMAN I Genteng. (Misk).


Komentar