BANYUWANGI – Ratusan pelaku Umkm di Banyuwangi mengikuti kegiatan sosialisasi Wawasan Kebangsaan, kegiatan tersebut dilaksanakan dihalaman Ponpes Roudlotul Mutaalimin, berlokasi di Dusun Simbar, Desa Tampo, Kecamatan Cluring, pada hari Minggu kemarin (05/12). Senen (06/12/2021)
Kegiatan tersebut dihadiri oleh Martin Hamonangan, SH, MH salah satu anggota DPRD Provinsi Jawa Timur Dapil 4 (Situbondo, Bondowoso, Banyuwangi ). Selain itu, dihadiri juga oleh Anom Basori Anggota DPRD Banyuwangi.
Martin Hamonangan, yang kini duduk di Komisi D (Pembangunan) DPRD Provinsi Jawa Timur dari Fraksi PDIP mensosialisasikan empat pilar kebangsaan kepada seluruh peserta yang didominasi para ibu ibu tersebut.
Sebanyak 130 peserta yang berada dibawah naungan kelompok Umkm Cendol Dawet yang diketuai oleh Neng Ayik mengikuti sosialisasi Wawasan Kebangsaan.
Kegiatan ini merupakan rutinitas Martin selama masa resesnyn, selain jaring aspirasi didaerah pemilihan yakni Dapil 4 , sosialisasi kali ini martin sengaja menyasar kelompok Umkm yang ada di banyuwangi Selatan. lantaran dinilai cepat mengimplementasikan wawasan yang diberikan, terutama saat melaksanakan kegiatan di dunia usaha kecil.
Mengikuti kegiatan sosialisasi kebangsaan yang dilaksanakan oleh anggota DPRD dari fraksi partai Demokrasi Indonesia Perjuangan PDI Provinsi Jawa Timur pada minggu kemarin, pelaku Umkm yang di dominasi kalangan ibu ibu tersebut juga mendapatkan kuliah singkat terkait strategi pemasaran yang disampaikan oleh dosen Universitas Negeri Surabaya, Dr. Meini Sondang.
”wawasan kebangsaan perlu dan wajib disampaikan ke masyarakat agar mereka mengetahui dan tidak hanya ditatanan teori – teori saja, tapi dalam wujut emplementasi wawasan kebangsaan.” Kata Martin kepada wartawan.
Menurutnya,” hari ini ekonomi kita lebih bisa bertahan pada sekmen Umkm, namun Umkm sendiri masih belum terlalu maksimal tanpa disuport oleh pemerintah Provinsi maupun Kabupaten. Sebab mereka saat ini masih tahapan berjualan saja, tidak meningkatkan cara penjualannya.” Ucapnya.
Martin berharap akan berusaha memperbanyak penyaluran pelatihan – pelatihan baik dibidang produksi maupun pelatihan marketing, pemahaman terkait pajak hingga legalitas usaha.
“Kelompok cendol dawet sudah sangat bagus ketika mereka mengkosolidasikan Umkm – umkm yang tadinya berjalan sendiri – sendiri, kini menjadi konsolidasi gerakan Umkm yang memang harus diperhitungkan. Dengan situasi pendemik seperti sekarang pemerintah sibuk mengatasi pandemik sedangkan Umkm tidak diperhatikan, makanya kita akan mendorongnya.” Ucap Martin kepada Jurnalnews.
Disamping peningkatan yang diberikan lewat kegiatan kali ini, Martin akan terus megupayakan agar pelatihan – pelatihan kepada umkm lebih cepat disalurkan dan pihaknya akan terus mendorong Pemerintah Provinsi Jawa Timur untuk lebih memperhatikan Umkm yang selama ini dinilai mampu bertahan di masa pandemik, hal itu nantinya akan bermuara pada peraturan daerah terkait Umkm.
Repoter : Eko purwanto
Editor : Rony Subhan.


Komentar