Terminal Wisata Terpadu (TWT) eks Pasar Sobo Kota Banyuwangi terus diikhtiarkan jadi jujugan pusat oleh-oleh Banyuwangi. Alih profesi dari pedagang sayur dan kelontong ke penjual souvenir pariwisata memang perlu waktu. Maka terjadilah saling sinau, simpati dan empati antara pedagang asli pasar sobo dengan asosiasi UMKM seperti AKRAB dengan mengajak anggotanya saling simbiosis mutualisme memanfaatkan sarpras infrastruktur yang memadai itu. Pemerintah daerah juga berupaya gelar event B-Fest, himbau ASN belanja serta giliran bawa pelajar untuk berkunjung ke TWT.
“Senang ada yang berkunjung walau sekedar lihat dan potrek untuk laporan.kami kesepian, ” tutur Anis yang dulunya jualan konveksi dari luar kota, kini jualannya ada konsinyasi berupa batik, kaos, dan souvenir.

Di los lain Karim asal Perum Palm menempati kios yang jatah saudaranya yang pedagang Sobo.
“Kami berharap selamanya yang mau berjuang merintis buka penuh kesabaran ini, ada kejelasan saat pasar mulai ramai.Bila ada pihak ketiga investor lalu beri syarat kapital, kan bisa timbulkan gejolak yang kurang ekonomis serta kontraproduktif dengan pariwisata, ” pesannya sambil perlu ada perjanjian tertulis pada segenap pemangku kepentingan.

Sementara itu Rabu siang, 30 Maret 2022, ada sekitar 17 orang yang gelar karpet di lorong lt 2 untuk musyawarah.
“Kami mau ada event bazaar takjil, pameran agenda BEM Untag serta layani pesanan hampers lebaran berupa sembako dan oleh-oleh khas. Sejalan dengan itu ada aplikasi pembayaran QRIS mau sosialisasi serta teman UMKM yang telah merintis jualan ajak nempati los dan Paguyuban Pasar Sobo juga berharap kami cepat isi stand,maka sekalian kami ajak pengurus dan anggota sambungrasa ke TWT, ” tutur Oktarina, Ketua Asosiasi UMKM Sinergi Gotong-royong’45.

Ditambahkan oleh Ketua Koperasi Sinergi Gotong -royong Empat Puluh Lima (SGR’45), Dafik Ismail, “Kami ingin menempati ruangan kecil dan mojok,untuk melayani kebutuhan bahan pokok kuliner dan batik serta melayani jasa pemasaran 3 On(online,onland dan offline) berikut pengirimannya.Jadi kami bukan koperasi yang melayani pinjaman. Semoga ada manfaat dan hidayah buat anggota maupun keluarga TWT, “kata Dafik.
Pada Media ini, Ratna Yunita anggota ASA selain gelar dagangan asesoris dari bahan daur ulang, kerang dan ragam pernik siap melatih PKK atau pelajar. Begitu juga Rahmad dari Pakarwangi mau mengkader siapapun yang mau jadi pengrajin kaligrafi, bambu atau fiberglas.
“Monggo guyup segenap pelaku seni dan wisata, termasuk pemandu wisata dan EO adakan event di TWT, “tutur produsen gantungan kunci gandrung yang ajak pelukis bikin galery.

“Kami pembelinya luar kota dan luar negeri onlinan. Yang lokal kalau ada pameran di luar sobo.yang jelas pelukis senang bisa ekpresi dalam berkarya serta temu seniman lainnya, ” kata Hendrawan.
Sementara itu Ketua Paguyuban Pedagang Pasar Sobo yang telah punya akte Menkumham, Samsi, melalui yang jaga stand milik Samsi yang sedang umroh, Fendi Felani, dinas terkait perlu wujudkan percepatan Banyuwangi reborn.
“Ndak saling nunggu, ” tutur agen Madu Osing yang juga redpel faktanews.co.id ini.(Aguk)


Komentar