Setelah menjalani ekshibisi selama empat hari (21-24 Juni 2022) pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Ke VII Jawa Timur di Bandara Notohadinegoro, Jember, atlit muda gantole akhirnya menyumbangkan untuk Kabupaten Banyuwangi.
Meski baru pertama kalinya kabupaten diujung timur pulau jawa tersebut mengirimkan atlit pada cabang olahraga dirgantara dibawah naungan Federasi Aero Sport Indonesia (FASI) ke Porprov Jatim, namun mereka mampu membuktikan dapat bersaing dengan kabupaten-kabupaten lain di Jawa Timur.
Dengan semangat tinggi dan penuh perjuangan, mereka membawa pulang 1 emas, 1 perak dan 4 perunggu. Tak pelak, jerih payah untuk mengharumkan nama Banyuwangi tersebut menuai banyak pujian.
Salah satunya apresiasi datang dari M. Taufik, S.H., kepala desa Kalibaruwetan kecamatan Kalibaru. Taufik yang juga pengurus FASI Kabupaten Banyuwangi ditengah kesibukannya menyempatkan diri hadir dan menyaksikan langsung seremoni penyerahan medali di Bandara Notohadinegoro, Jember, Jum’at (24/06/2022).

“Saya ucapkan selamat dan memberikan apresiasi kepada atlit-atlit muda gantole Banyuwangi atas jerih payah, semangat dan perjuangannya, ” tutur kepala desa yang di wilayahnya telah memiliki venue paralayang pertama di Banyuwangi.
Lebih lanjut dia juga menyampaikan terima kasih kepada TNI AU, Dispotdirga Abd. Saleh Malang, Pemkab Banyuwangi, Dispora, Forpimka Kalibaru dan semua pihak yang sudah mendukung majunya olahraga dirgantara di Banyuwangi. Sebagai pemangku wilayah dirinya ingin venue Gunung Menyan yang ada di desa Kalibaruwetan bisa dimaksimalkan.
Selain sebagai destinasi wisata (sport tourism), juga untuk berlatih dan mencetak atlit-atlit gantole dan paralayang handal.
“Semoga kedepannya venue Gunung Menyan bisa melahirkan atlit-atlit lokal Banyuwangi, ” harapnya. (Abe)


Komentar