BANYUWANGI – Pandemi Covid – 19 belom usai program vaksinasi masih terus digalakkan disetiap Desa dan institusi lain, seiring itu semua Pemerintah Banyuwangi juga terus peningkatan perekonomian disegala sektor. Jumat (15/07/2022).
Selain menyalurkan bantuan langsung tunai usai PPKM, pelatihan kerja juga dilaksanakan baik di Balai Latihan Kerja (BLk) mau pun dilingkup Desa tetap terus dilaksanakan untuk memulihkan perekonomian usai pandemik.
Seperti di Desa Taman Agung, Kecamatan Cluring, Kabupaten Banyuwangi. Saat ini telah dilaksanakan pelatihan menyablon, diketahui adanya pelatihan tersebut turun dari Dinas Pemuda Dan Olah Raga (Dispora) Banyuwangi.
Masyarakat Desa Taman Agung terpilih untuk melaksanakan pelatihan dibidang Sablon, diketahui pelaksanaan dilakukan diruang serba guna. Dalam pelaksanaan ada 10 orang yang ikut pelatihan.
Kepala Desa Taman Agung Plt Ir. Sugiarto memaparkan tahun ini awal pelatihan diadakan setelah masa pandemik Covid – 19, pelatihan Sablon dari Dispora namun pelaksananya di Desa Taman Agung.
“Tahun ini awal dilaksanakan pelatihan sebab pada masa pandemik semua kegiatan termasuk pelatihan – pelatihan ditiadakan karena masa pandemik tidak diperkenankan adanya perkumpulan warga, seluruh kegiatan tatap muka saja dibatasi,” papar Kades Ir. Sugiarto.
Pelatihan Sablon yang digelar diruang serba guna di ikuti 10 orang mereka muda mudi warga Desa Taman Agung, semua peralatan pendukung dan guru pelatih dibiayai oleh Pemerintah Banyuwangi melalui Dinas Pemuda Dan Olah Raga (Dispora).
Pelatihan tersebut dibatasi waktu, hanya 4 hari dalam berlatih. Karena berlatih menyablon tidak begitu sulit hanya butuh ketekunan dan kesabaran, tidak perlu hapal ilmu rumus perkalian.
Persiapan pelatihan dicukupi oleh pemerintah seperti tinta sablon, screen sablon, rakel, meja, kaos dan alat lainnya juga honor guru pelatih. Bagi peserta latih membawa buku untuk mencatat ilmu yang diberikan oleh guru pelatih.
Selain peserta latih laki pihak perempuan juga hikmat berlatih, gaya memegang dan menggesut rakel pada bidang screen pun satu persatu peserta diberi kesempatan untuk mencoba.
Purwanti (19), mengaku senang karena sudah diberi kesempatan belajar sablon, tidak hanya anak laki saja pekerjaan ini bisa dilakukan, kaum hawa pun mampu belajar sablon. Karena belajar sablon sebenarnya tidak susah.
“Saya pikir pelatihan sablon ini tidak susah, dulu sebelum berlatih saya melihat gambar yang terdapat pada kaos itu saya mikir “bagaimana membuatnya ya..” tapi setelah saya tahu prosesnya ternyata mudah, hanya butuh ketekunan dan sabar saja.” Terang Purwanti peserta perempuan yang mengikuti pelatihan sablon.
Berlatih ilmu menyablon pada dasarnya sama, kesemuanya proses yang dilampaui tidak berbeda sejak awal ditemukannya ilmu menyablon. Hanya saja setelah kemajuan teknologi sablon menjadi lebih dipermudah seperti adanya sablon steam.
“Kalau ilmu menyablon sejak awal ada sablon kaos dan yang lain, semua kinerjanya sama saja. Namun karena sekarang kemajuan teknologi bermacam – macam jenis menyablon,” jelas Ferdi pelatih sablon.
Contoh, lanjut Ferdi ,”sekarang ada sablon cara di steam, nah kalau yang seperti itu gambar dijadikan dulu dengan bahan yang kusus lalu tinggal ditaruh di atas bidang yaitu kaos, seterusnya tinggal dipanasi oleh alat steam, dan itu hanya butuh satu kali proses saja yaitu di steam, maka gambar langsung jadi dengan berbagai macam warga dan juga hasilnya lebih bagus dari yang dikerjakan manual dengan karya tangan,” ucapnya.
Menurut Ferdi, semua proses yang berbeda ada ke kurangan dan kelebihannya sendiri sendiri. Alat steam selain mahal bahan yang dibuat menyablon juga harganya fantastis sangat mahal dan kekuatan hasil sablon juga kurang tahan lama seperti sablon lakber. Begitu juga sablon sistem lakber dari hasil sablon ke kurangnya biasanya gambar dan tulisan tidak serapi sistem steam, tapi lakber hasil sablonannya kuat tidak mudah lepas hingga bertahun – tahun. (Ron//JN).


Komentar