oleh

Daging Biawak Disukai Para Pecinta Makanan Ekstrim, Seperti Para Pemuda Di Kampung Krajan Desa Tampo

-Berita-1.289 views

BANYUWANGI – Biawak salah satu makanan tradisional Indonesia yang ekstrim dari Jawa timur, makanan ini banyak dikonsumsi didaerah Jawa timur sebagai salah satu bentuk pengobatan alternatif. Sabtu (16/07/2022).

Mengonsumsi daging biawak dipercaya dapat mengobati berbagai penyakit kulit, seperti gatal-gatal, kutu air, kulit pecah-pecah serta alergi.

Seperti pembuatan sate pada umumnya, daging biawak akan dipotong kecil-kecil sebelum disematkan pada tusuk sate dan dibakar.

Selain dibuat sate dimasak cara lain juga bisa tergantung selera, selain karena khasiatnya, banyak orang yang menyukai makanan ekstrem yang satu ini lantaran rasanya enak.

Sebagian pemuda di Kampung Tampo, Desa Tampo, Kecamatan Cluring, Kabupaten Banyuwangi sangat suka mengusumsi daging biawak.

Mereka sekali masak daging biawak selalu beramai mai dengan teman sebaya, yang paling suka dimasak tongseng dengan modifikasi bumbu semi kare.

Ibin (47), salah satu dari mereka yang jago masak modifikasi tongseng bumbu kare. Biasanya dimasak saat malam mulai larut, ketika masakan sudah matang semua ditaruh ditanah dilembari daun pisang dan dicampur nasi.

Sebelum makan mereka berkumpul mengelilingin daun pisang yang diatasnya komplit nasi dan seambrek tongseng biawak bumbu kare andalan mereka.

Semakin larut malam grombolan pemuda itu satu persatu bersulang mengangkat gelas berisi air pengusir dinginnya malam.

“Kita sesama teman lain paling suka dimasak tongseng memakai racikan bumbu kare, selain rasanya nikmat daging biawak dibadan hangat, kata orang sih bisa menyembuhkan penyakit gatal gatal. Disini biasa disanding dengan minuman tradisonal agar tubuh lebih hangat jadi kita begadang sambil siskampling diterpa angin malam tetap hangat,” jelas ibin, sambil tersenyum.

Semangat mereka saat makan juga seperti saat berburu biawak, selain dipancing biawak diburu dengan cara ditembak dengan senapan angin. Mereka berburu ditepi sungai dan terkadang juga dihutan. (Rny//JN).

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *