BANYUWANGI – Ratusan warga yang ikut pasang segel terhadap toko minol di Dusun Krajan Desa Genteng, saat itu juga ketika membubarkan diri masa bergerak ke Dusun Cangaan, Desa Cangaan, Kecamatan Genteng.
Mereka mendatangi tempat ibadah yang dianggap tidak sepaham, masa mengepung banguna yang sengaja ditutup oleh pengurus mushola itu, sebelum memasang segel warga berorasi menolak keras ajaran yang dianggap tidak sepaham berada di lingkungannya.
Salah satu orator Sahrir (51), bersi keras menolak adanya dugaan organisasi Islam beda dengan yang ada di lingkungannya.
“Kami tidak ingin ada faham faham yang menodai leluhur kita di Negri ini, kita tidak merusak tempat ini hanya memasang segel saja,” kata Sahrir saat orasi didepan bangun.
Massa menempelkan tulisan dipintu bangunan tempat ibadah yang dianggap tidak sepaham oleh warga Desa Cangaan.
Tulisan tersebut bertulisakan “ Tempat Ini Di Segel Masyarakat Pemuda Cangaan “ tidak ditempat ibadah itu saja. Tulisan tolak adanya faham yang ditolak warga Cangaan itu juga terdapat dijalan masuk, mereka memasang bener berukuran besar dijalan raya Cangaan.
Ketika masa datang ke lokasi tersebut tidak satu pun pengurus atau pun warga yang dianggap tidak sepaham dengan lingkungan Dusun Cangaan. (Ry//JN).


Komentar