Majelis Sholawat Milineal (MSM) ikhtiar merangkul anak jalanan dan anak muda milineal yang biasa cangkruk di cafe yang ada wifinya.Bagaimana yang asyik saat hp terhubung wifi, digiring mau sholawatan yang terhubung ke syafaat Rasulullah selanjutnya qalbu bisa rindu ke Allah. Orang itu untuk jadi sholeh-sholehah banyak dipengaruhi keluarga,sekolah serta lingkungan pergaulan.Maka MSM mencoba jadi lingkungan alternatif di kala sikon jaman di era milineal yang banyak waktu bersanding dengan HP.
“Itulah visi kami yang kini punya 99 jamaah setelah sekitar 2 tahun berjalan. Ada yang masuk secara sadar, ada yang ikut-ikutan bahkan ada yang saya gonceng ke acara majelis lalu saya berikan baju taqwa yang saya siapkan di jok.selanjutnya boleh ikut lagi atau lari, silahkan.Kan ada orang itu merasa kotor lalu sungkan ke kyai atau habibnya, ” tutur Ustadz Fakhrul Zein yang cantrik Habib Hasyim Assegaf saat mengelar pengajian dan kajian di rumah anggota Nurul Imam, S.Pdi di Perum Vila Ijen C-27 Watu Buncul Banjarsari.

Nurul Imam yang tunanetra pada media ini menyampaikan ia gabung di MSM diajak sejawat takmir Musholla Husni Ramadhan, Firman.Ia mengaku tak terlalu aktif hadir di majelis yang diselenggarakan selalu hari Minggu yang kadang 2 pekan sekali dengan rata-rata kehadiran 33 jamaah.Tempat bisa tempat ibadah dan rumah.”Alhamdulillah, setelah pesan antri sekitar 3 bulan bisa ketempatan sekarang dengan semangat hijrah di awal Muharam, semoga kian tambah taqwa dan keluarga samawa, pekerjaan formal guru di SMPNLB serta usaha di rumah teraphy pijat dengan minyak sasak dan loundry kian bawa kemanfaatan, “tutur kru grup musik difabel Al Mumtaz ini,Minggu 31 Juli 2022.
Acara di rumah Imam yang dihadiri 17 orang itu diawali bacaan Rotib lalu kultum kitab Riyadus Sholihin melanjutkan bahasan pertemuan sebelumnya yang bertema sabar.

“Orang yang lulus sebagai shobirin kala bisa mengendalikan amarah, tertimpa bencana atau penyakit serta diuji kenikmatan, kelak di Surga dipanggil Pemimpin oleh Allah dan boleh memilih bidadari, ” jelas Ustadz Fakhrul yang rumahnya di Bulusan ini.Usai sholat maghrib berjamaah dibacakan sholawat maulid oleh Habib Taufik Al Mukhdor dari Situbondo lanjut dialog hingga sholat Isya berjamaah.(Aguk)


Komentar