oleh

MTs Darun Najah Banyuwangi juarai lomba Curah pendapat kebangsaan

Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) adakan curah pendapat kebangsaan dengan tema “Merajut Harmoni Membangun Negeri” dari berbagai elemen masyarakat arus bawah. Acara dilaksanakan di Pasar Kebangsaan, Desa Bulusari, Kalipuro (13/22)

Muhammad Lutfi, M.Si . Plt. Kepala Bakesbangpol Banyuwangi bahwa
“Curah pendapat kebangsaan sendiri bertujuan untuk menggali potensi serta permasalahan yang ada di daerah ,” Katanya.

Muhammad Lutfi juga menambahkan jika kegiatan Curah pendapat kebangsaan ini dihadiri oleh berbagai organisasi, mahasiswa, forpimka Kalipuro, masyarakat hingga para veteran pejuang 1945.

Lutfi melanjutkan bahwa “Terdapat 10 peserta terbaik dalam curahan pendapat yang diambil saat kegiatan pertama secara daring pada 11 Agustus 2022 dan pada tanggal 13 Agustus 2022 semua peserta yang lolos 10 di undang hadirkan untuk mencurahkan lebih detail apa yang menjadi pemikiran serta pendapat untuk Banyuwangi,” Katanya.

Salah satu dari 10 peserta yang lolos dari MTs Darun Najah, Tukang Kayu Banyuwangi yaitu Sri Suci Dewi W, S.Pd dan didampingi oleh Umdatus Solehati, S.Pd.

Curahan pendapat yang disampaikan oleh Perwakilan MTs Darun Najah yaitu Pancasila sudah final dan utama sekarang adalah implementasinya dalam pembumian Pancasila. Saya mewakili Guru sekaligus orang tua bahwa membumikan pancasila dimulai dari keluarga, setelah itu baru sekolah. Selama ini umumnya orang tua selalu berpandangan jika pendidikan karakter, Budi pekerti, pendidikan Pancasila adalah tanggungjawab sekolah. Itu salah. Disekolah siswa hanya 7-8 jam dan selebihnya dikeluarga. Artinya keluarga punya ruang dan waktu yang lebih banyak dibandingkan sekolah.Keluarga memiliki peran sentral dan garda yg utama. Pancasila harus menjadi tindakan yang harus dicontohkan oleh keluarga. Contoh. Mengajarkan cara berbicara, mengajarkan tepat waktu dalam beribadah, mengajarkan kejujuran dan masih banyak yang lainnya.

IMG-20220813-WA0040
“Saya mewakili MTs Darun najah komitmen untuk terus membumikan pancasila. Contohnya sebelum guru mengajar kita awali dengan menyelipkan Pancasila contohnya pentingnya gotong royong bersih-bersih lingkungan, saling tolong menolong antar sesama. Setiap hari Senin wajib untuk melaksanakan upacara, setiap tahun melibatkan melibatkan PPWK dalam materi wawasan kebangsaan, melibatkan TNI dalam PBB dan masih banyak lainnnya,” Ujarnya. (Miska)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *