BANYUWANGI – Pemkab Banyuwangi melaksanaan Program Hari Belanja ke Pasar Tradisional dan Beli UMKM kembali dilaksanakan. Gerakan belanja cantik itu bertujuan untuk penurunan prevalensi stunting pada balita dan upaya mengurangi dampak kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi pada masyarakat berpanghasilan rendah (MBR). Minggu (16/10/2022).
Menindaklanjuti program itu SMPN 1,2 dan 3 Rogojampi berkolaborasi untuk mendistribusikan hasil belanja ASN berupa bahan makanan dan asupan protein. Selanjutnya hasil belanja disalurkan langsung sesuai data stunting dan duafa dari Kecamatan Rogojampi.
Pendistribusian itu dilaksanakan dan berkoordinasi dengan Puskesmas Rogojampi. menyasar pada 38 penerima dari 5 desa di seluruh Kecamatan Rogojampi, diantaranya Desa Gladak , Desa Mangir dan Desa Bubuk.
Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiendani, menjelaskan penanganan stunting harus dilakukan secara bergotong royong. Tanggung jawab penanganan stunting tidak hanya tugas Puskesmas dan Dinas Kesehatan, melainkan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) jugaharus ikut terlibat.
“Tolong gizinya anak-anaknya dijaga. Kalau membutuhkan sesuatu bisa langsung menghubungi petugas kesehatan atau kepala desa. Jangan sungkan,” kata Ipuk.
Ipuk meminta, petugas kesehatan harus mendampingi tumbuh kembang anak karena penyebab stunting bukan hanya masalah kesehatan saja, melainkan banyak faktor.
“Bisa faktor lingkungan dan banyak lainnya. Karena jtu penanganannya tidak bisa dilakukan sendiri-sendiri. Semua OPD harus bergerak bersama. Gerakan belanja ini juga salah satu upaya menekan stunting,” jelas Ipuk Festiandani, Bupati Banyuwangi.
Ipuk menambahkan,”Tema Gerakan belanja cantik 10/10 ini sebagai upaya gotong royong penanganan stunting, termasuk membantu ibu hamil berisiko tinggi. Selain itu juga untuk mengurangi dampak dari kenaikan harga BBM. Hasilnya didonasikan untuk penanganan stunting dan warga lain yang layak dibantu.” Terangnya.
Dalam penanganan stunting, Banyuwangi telah mengidentifikasi data by name, by address, berikut faktor resikonya. Setelah dilakukan identifikasi, penanganan dilakukan secara gotong royong lintas sektoral. Misalnya karena faktor ekonomi, anak nelayan miskin mengalami mal nutrisi sehingga terindikasi stunting.
Pemerintah Kecamatan Rogojampi melibatkan sejumlah institusi sekolah untuk berkolaborasi dalam program percepatan penurunan stunting, diantara yang digandeng adalah SMPN 1, 2 dan 3 yang bergerak dalam pemberdayaan ekonomi masyarakat, langsung terjun dipimpin kaseknya masing-masing yakni, Supriyadi, M.Pd, Marhenyantoro, S.Pd, SH, MM dan Yuli Eka Ismarini, S.Pd.
Stunting merupakan gagal tumbuh pada anak balita akibat kekurangan gizi kronis, terutama dalam 1.000 hari pertama kehidupan. Kondisi tersebut bisa berdampak pada kualitas SDM anak tersebut.
Karyawan khususnya ASN ditiga sekolah tersebut berbelanja dengan komoditas berupa bahan makanan, pencegah stunting pada anak antara lain: telur, susu, daging ayam, ikan segar dan kacang hijau serta produk olahan lain.
Selanjutnya, hasil belanja disalurkan langsung sesuai data stunting Pemerintah Kecamatan yang berkoordinasi dengan Puskesmas Rogojampi.
Menurut, Kepala SMPN 2 Rogojampi, Marhenyantoro, S.Pd, SH, MM mengatakan, sangat mendukung program ini dan berharap masalah stunting bukan hanya masalah di Kecamatan Rogojampi tetapi menjadi masalah bersama seluruh Kabupaten Banyuwangi.
Marhen, berharap lewat kegiatan ini dapat menghasilkan solusi bersama dalam menurunkan stunting.
Sementara itu, Kepala SMPN 1 Rogojampi, Supriyadi, M.Pd mengaku senang dapat membuat program kolaboratif dengan Pemerintah Kecamatan Rogojampi terkait stunting.
“Pada dasarnya kami senang bisa membantu upaya pemerintah dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat,” ungkapnya.
Kecamatan Rogojampi telah melakukan identifikasi permasalahan. Hasilnya, diketahui belum semua Desa memahami kegiatan prioritas untuk menanggulangi stunting di wilayahnya masing-masing.
‘’Karenanya, perlu diatasi secara bersama-sama melalui intervensi gizi spesifik dan intervesi gizi sensitif,’’ tandasnya.
Pemerintah Kecamatan Rogojampi telah berupaya melakukan percepatan penurunan stunting melalui kolaborasi dari sektor pemangku kepentingan lainnya seperti sekolah, organisasi profesi, swasta perusahaan, dan sebagainya. Sehingga dapat bersama-sama terintegrasi dalam percepatan penurunan stunting. (ilhan//Ry//JN).


Komentar