oleh

Dosen UBI Dan Poliwangi Banyuwangi Serius Tangani Stunting

BANYUWANGI  – Universitas Bakti Indonesia (UBI) berpartisipasi dalam mengatasi masalah stunting, kegiatan tersebut bareng bersama Politehnik Negeri Banyuwangi (Poliwangi). Kamis (20/10/2022).

Stunting menjadi problem yang serius bagi Pemerintah Daerah, kegiatan yang dilaksanakan di Posyandu Dahlia Dusun Babakan, Desa Kedayunan, Kecamatan Kabat pada beberapa hari lalu merupakan bentuk Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM).

Masalah Stunting atau yang sering disebut (kerdil) menjadi perhatian tersendiri bagi dosen Poliwangi dan Universitas Bakti Indonesia (UBI).

Serta untuk turut menjadi problem solver permasalahan yang ada di masyarakat sesuai bidang masing masing.

Stunting (kerdil) adalah dimana keadaan balita mempunyai tinggi badan yang kurang bila dibandingkan dengan teman seumurnya.

Stunting berdampak pada meningkatnya kematian pada anak,mempengaruhi kognitif dan motorik, menurunkan kinerja di sekolah, meningkatkan kejadian obesitas.

Menurut Data prevalensi balita Stunting menurut WHO, Indonesia termasuk dalam negara ketiga dengan prevalensi tertinggi di Asia Tenggara.

Kegiatan itu dilaksanakan bersama tim yaitu Lukman Hakim S.Kom., M.T, Khoirul Umam S.Pd.,M.Kom dan Agus Priyo Utomo S.ST., M.Tr.T dari Politeknik Negeri banyuwangi (Poliwangi) serta Rahmawati Raharjo S.Kep. N.s., M.Kes dari Universitas Bakti Indonesia (UBI).

Lukman Hakim Ketua Tim Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) menjelaskan, peduli terhadap kesehatan balita ini bentuk komitmen Poliwangi dan Universitas Bakti Indonesia.

“Ini bentuk peduli kita pada program stunting yang meningkat dibanyuwangi, ini perlu juga sosialisasi bahaya stunting dan pentingnya air susu ibu,” jelasnya.

Alat penimbang bayi otomatis yang sengaja diciptakan oleh tim sangat membantu meringankan mereka bekerja, karena alat tersebut selain dipakai untuk mengukur tinggi dan berat bayi secara otomatis langsung tersimpan di database.

“Dengan alat ini, hasil pengukuran tinggi dan berat bayi akan tersimpan secara otomatis ke database, sehingga tidak perlu lagi menggunakan catatan manual di kertas.” Terang Rahmawati Raharjo S.Kep. N.s. (Universitas Bakti Indonesia).

Rahmawati menambahkan, kegiatan tersebut merupakan bentuk pengabdian kepada masyarakat serta bentuk komitmen Poliwangi dan Universitas Bakti Indonesia (UBI).

“Ini bentuk pengabdian kita kepada masyarakat,” jelas Rahmawati.

Rahmwati menekankan agar bayi diberi ASI ekslusif sebab ASI adalah sumber makanan terbaik bagi bayi yang mengandung gizi seimbang dan antibody untuk menjaga kekebalan tubuh bayi.

Dalam kegiatan tersebut tampak Ibu ibu sangat antusias menyimak pemaparan yang disampaikan oleh Rahmawati Raharjo, dosen ilmu keperawatan Universitas Bakti Indonesia.

Reporter : Nur Prasetyo

Editor      : Subhan

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *