oleh

Pemangku Kasepuhan Luhur Kedaton Sowan Ke Sahabat Lama Di Pendopo Semar Nusantara

BANYUWANGI, Jurnal News – Pendopo Semar Nusantara kedatangan tamu istimewa dia adalah MH. Imam Ghozali sesepuh Kasepuhan Luhur Kedaton, setelah sekian lama sosok Ghozali tak nampak dihadapan mbah Uny Saputra pimpinan Pendopo Semar Nusantara. Rabu (26/11/2022).

Dulu Ghozali dan Uny bagaikan pinang dibelah dua mereka tak hanya sahabat namun sudah seperti sodara, entah apa yang membuat mereka terpisah sehingga sulit bertemu.

Apakah karena Ghozali waktu itu tinggal diluar Banyuwangi, itu semua tak perlu dibahas sebab kangen mereka sudah terbayarkan dengan adanya pertemuan hari ini, 16 November 2022.

MH.Imam Ghozali yang akrab disapa Kyai Luhur Kedaton pemangku Kasepuhan Luhur Kedaton dan Mbah Uny Saputra pengemban Pendopo Semar Nusantara (PSN), dua pemangku dan pengemban tahta Jawi itu saling bercerita soal pengalamanya selama terpisah karena kesibukan masing-masing.

Kyai Luhur Kedaton bercerita, selama tak lagi bertemu dengan sahabatnya tersebut, dirinya mengemban amanat Leluhur Tanah Jawi agar adat dan budaya Jawa tetap lestari dimasyarakat khusus ditanah Jawa Dwipa.

“Selama ini saya tak nampak karena ada sesuatu yang saya emban dari Leluhur Tanah Jawi, makanya sekarang saya baru bisa bersilaturohmi ketempat Mbah Uny Saputra di Pendopo Semar Nusantara,” cerita Ghozali.

Kyai Luhur Kedaton melanjutkan cerita, bukan karena waktu yang memisahkan tapi kita masih punya emban dari leluhur yang masih saya harus selesaikan.

“Hari ini kita ketemu dan berharap terus bersama untuk menjaga alam semesta agar tetap lestari, dengan tetap menjaga kearifan dan filosofi leluhur wong jawi,” Terang Ghozali.

Swasana Pendopo yang biasanya sakral didukung aroma dupa menjadi tentram haru bahagia diusik canda dan tawa oleh kedua petinggi pemangku padepokan.

Mbah Uny Saputra Pemimpin Perkumpulan Pendopo Semar Nusantara (PSN) mengucap sukur telah dipertemukan dengan sang sahabat yang kini menjadi sodara tak sedarah.

Setelah pertemuan itu, kedepan mbah Uny ingin mewujutkan pelestarikan alam agar tidak hancur oleh keserakahan sekelompok orang yang sengaja mengambil keuntungan dengan merusak alam.

“Sekarang ini keserakahan manusia sudah melampaui batas lihat itu gunung selain digunduli juga diratakan, sawah digali tuk diambil pasirnya, tanah dibor untuk diambil airnya. Apa kita ngak sadar bencana mengancam kita,” keluh Mbah Uny.

“Ayo kita bareng bareng melestarikan alam,” tambah Mbah Uny.

Pendopo Semar Nusantar bertujuan selain mengajak masyarakat untuk menjaga alam agar tetap lestari juga mengajak masyarakat untuk tetap melestarikan adat istiadat, seni dan budaya yang telah ada sejak jaman nenek moyang.

Tak hanya itu, Mbah Uny Saputra menjabarkan selain tujuan terkait seni dan budaya, adanya Pendopo Semar Nusantara juga membantu masyarakat guna memperoleh rasa keadilan, kemakmuran dan kesejahteraan.

Reporter : Rony

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *