oleh

KOPAT Melounching Jogging Track Tamansuruh Berhadiah

Ratusan anggota Kopat (Komunitas Osing Pelestari Adat Tradisi) Banyuwangi antusias untuk mengikuti dan mensukseskan acara Louncing Jogging Track Tamansuruh Berhadiah dengan pemilihan Fotografer terbaik, gaya peserta pria dan wanita terunik selama mengikuti kegiatan Jogging trak menuju lokasi Batu Triniji yang terletak di désa Tamansuruh Kecamatan Glagah Kabupatèn Banyuwangi-Jatim (16/11/2022).

Kegiatan yang diselenggarakan oleh pengurus Kopat Banyuwangi mengambil tema “Edukasi adat tradisi guna menjaga kesehatan lewat gerakan masyarakat sehat”.

Turut hadir di acara Lounching ini diantaranya Kepala Desa Tamansuruh, Teguh Eko Rahadi bersama istri, ratusan pengurus dan anggota Kopat Banyuwangi, pengurus dan anggota Kopat Cabang Licin, Blimbingsari, Songgon  dan Cluring.

20221116_161234

Ketua Umum Kopat Banyuwangi Wowok Meirianto kepada awak media mengatakan “Even ini sangat perlu untuk diselenggarakan agar kita semua anggota Kopat hidup sehat dengan mencintai Olah raga serta agar masyarakat Banyuwangi pada khususnya dan wisatawan asing pada umumnya mengetahui bahwa di desa Tamansuruh ada lokasi untuk Jogging track yang menantang dan menyuguhkan pemandangan persawahan yang benar benar asri. Selain itu di lokasi Jogging juga kita bisa melihat batu besar yang berasal dari zaman Megalithikum” yang diberi nama batu Triniji, “cetusnya.

Lebih lanjut Kang Teguh selaku Kepala désa Tamansuruh mengatakan “Jogging Track ini merupakan wujud kepedulian Waroeng Kemarang untuk membangun desanya dengan memberi CSR kepada pemerintah desa. Pemberian CSR ini dampaknya tentu signifikan untuk pembangunan di desa, khususnya di wilayah Desa Tamansuruh. Dengan keberhasilan membangun jogging track ini, saya berharap masyarakat dapat memanfaatkan dengan baik sehingga berdampak positif untuk kemajuan ekonomi masyarakat Tamansuruh, ” katanya.

20221116_161339

Sesampai Semua peserta di lokasi Baru Triniji, Thomas Racharto mengatakan bahwa “Batu ini diperkirakan berasal dari jaman Megalhitikum dan berumur ribuan tahun yang lalu, Sedang Made Widagdo atau yang biasa dipanggil mbah Dowo menjelaskan “Batu ini disebut Triniji karena memiliki tiga sudut yang masing masing bermakna Kebaikan kepada sesama manusi, kebaikan kepada alam dan penghormatan kepada sang pencipta sebagai mana ajaran yang dianut nenek moyang yaitu Animisme dan Dinamisme, ” jelasnya.

Wowok menambahkan “Acara Lounching ini disediakan pula hadiah yang disponsori Waroeng Kemarang dengan memilih tiga kategori yaitu fotografi terbaik, penampilan terunik untuk peserta pria dan wanita. Mamin gratis juga disediakan untuk semua peserta, ” tambahnya.

Dalam kesempatan ini, Sanusi Marhaedi selaku pendiri Kopat senada dengan Aekanu Hariyono, pihaknya juga turut mengedukasi adat tradisi guna menjaga kesehatan lewat gerakan masyarakat sehat.  Malahan dalam rangkaian Acara Lounching ini disuguhkan sesi tanya jawab dari para peserta sambil menikmati hidangan yang telah disediakan.
(AWI)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *