BANYUWANGI, Jurnal News – Masih teringat dikepala seorang pemuda asal Desa Kaliploso Kecamatan Cluring, dulu hanyalah pencari ban dalam bekas namun kini tak ada yang mengira pria itu menjadi orang penting dalam pabrik daur ulang ban bekas di Kota Klaten, Jawa Tengah. Kamis (19/01/2023).
Sosok pria itu bernama Rois Maliki, sebelumnya pekerjaan yang ia geluti hanya mengumpulkan ban dalam mobil bekas, setiap hari rupiah yang didapat hanyalah cukup untuk membeli beras dan lauk pauk saja tak lebih dari itu, namun ucap sukur kepada Tuhan selalu tidak dilupakan, itu terbukti betapa sabarnya menekuni pekerjaannya.
Waktu itu, Rois hidup selalu kekurangan dirinya harus merawat ibu yang sudah tak muda lagi. Tak hanya itu, anak semata wayang pun tak luput mendapatkan kasih sayangnya semenjak istri Rois tak lagi bisa kumpul serumah karena perceraian.
Ban dalam bekas yang ia kumpulkan dari bengkel kebengkel dibelinya dengan harga murah. Setalah itu dipotong dan dilinting menjadi tali. Nah ketika wujutnya berubah menjadi tali Rois menjualnya ke pedagang dikota Surabaya itu pun harus mengumpulkan lebih banyak agar biaya pengiriman ringan.
Dengan bermodal ketekunan dan sabar pria kurus itu tiba – tiba mendapat peluang dan kesempatan yang tidak terhingga, Berawal dari mendapat telpon dari teman lama saat masih bekerja dipabrik daur ulang ban dalam bekas di kota Jakarta.
Dalam obrolan melalui telpon, Rois ditawari pekerjaan yang dulu pernah digelutinya yaitu bekerja dipabrik ban dalam bekas sebagai kuwaliti kontrol yang bertugas memilah ban bekas yang bisa didaur ulang menjadi karet mentah.
“Saya jika mengingat cerita dulu, tak sadar air mata ini tiba – tiba menetes. Tapi semua itu yang merubah kondisi sulit menjadi sekarang ini semua campur tangan Tuhan. Yang penting saat itu saya harus bekerja keras pasti nanti berbuah kesuksesan, dan itu pasti. Jangan lupa yang paling penting selalu ingat Tuhan.” Cerita Rois seolah memberi tutur kepada Wartawan.
Rois Maliki kini kondisinya sudah berubah, bahkan dirinya adalah orang penting dipabrik daur ulang ban dalam bekas yang berlokasi di jalan raya Solo – Yogyakarta No, Km 7, Sumber lor, Jombor, Kecamatan Ceper, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah.
Pengalaman ilmu yang ia punya membuat Rois ditawari untuk mengelola pabrik baru oleh investor dari luar negeri yang ia kenal dari teman lama sewaktu masih bekerja dipabrik daur ulang ban di Jakarta.
“Setelah saya dihubungi teman lama saat masih bekerja ikut pabrik dulu, saya ditawari pekerjaan. Langsung saya tolak berulang kali lamanya satu tahun. Teman saya itu masih sering menelpon mengajak bekerja. Kenapa terus mendesak mengajak saya. Dulu saya ini ahli memilah ban bekas yang akan didaur ulang dan tidak hanya itu saya dapat ilmu memilah dan mencampur bahan ban bekas berubah menjadi karet mentah berkwalitas,” cerita Rois.
Cerita Rois Tak selesai disitu. Sebelum menjadi pemegang pabrik daur ulang, dirinya dikirim ke Malaysia untuk dipertemukan dengan orang – orang yang mempunyai keahlian seperti dirinya.
Bahkan orang – orang tersebut ahli dalam merubah ban bekas menjadi karet mentah, mereka berasal dari berbagai negara yaitu Malaysia, Korea, India, Cina dan Jepang.
Rois diuji kemampuannya dengan beberapa ahli karet dari berbagai negara, tak disangka hasil dari uji kemampuan itu Rois terpilih menjadi yang nomer satu artinya bahan yang sudah menjadi karet mentah paling sempurna milik campuran Rois Maliki.
“Saat itu saya diuji dengan ahli karet dari berbagai negara, Alhamdulillah menjadi yang terbaik dari hasil uji coba itu. Saya ditetapkan menjadi ahli karet daur ulang terbaik.” Kata Rois Maliki.
Kini Rois Maliki menjadi orang nomer satu dipabrik perusahaan daur ulang ban bekas milik perusahaan asing. Menurutnya perjalanan hidupnya seperti dialam mimpi. Bagaimana tidak, Rois Maliki tak kenyang bangku pendidikan terakhir lulus hanyalah dibangku Sekolah Menengah Pertama (SMP).
“Hidup ini seperti mimpi, sampai sekarang saya juga terheran – heran masih saja tidak percaya dengan posisi saya dipabrik. Bagaimana tidak, pekerja dikantor semua sarjana saya hanya lulusan SMP. Tapi nasib, hanyalah Tuhan yang memberi garis setiap manusia.” Tuturnya.
Mesti begitu, kehidupan yang bergelimang harta tidak membuat dirinya sombong. Dalam bekerja pun sistem persaudaraan tetap diterapkan, walau pun saat ini posisi Rois Maliki sebagai tanduk pemimpin perusahaan tetapi dirinya masih mau bekerja memilah bahan seperti ban bekas yang akan dilebur menjadi karet mentah.
Walau pun sekarang Rois menjabat Direktur diperusahaan daur ulang ban bekas tetapi kepribadiannya masih saja seperti orang kampung kesederhanaan masih melekat.
sebagai wong jowo ungah – ungguh tetap dipakai walau pun teman dan relasi kerja sudah berbeda tidak seperti ditempat kerja sebelumnya yaitu para bos – bos pemilik usaha luar negeri.
Penulis : Rony


Komentar