oleh

Kepala Desa Jajag: Mengoptimalkan Distribusi Bantuan Beras demi Kesejahteraan Masyarakat

BANYUWANGI, Jurnalnews – Pemerintah Desa Jajag memberikan bantuan non tunai kepada warga kurang mampu sebanyak 910 orang, mereka merasakan manfaat dengan menerima bantuan beras seberat 10 kilogram setiap orang, dengan label beras “Buloq”. Proses pendistribusian bantuan berupa beras untuk warga kurang mampu ini dilaksanakan di pendopo Desa Jajag, Kecamatan Gambiran, Banyuwangi, Jawa Timur.

Suasana di pendopo Desa Jajag begitu terlihat ramai, dengan ratusan warga antusias mengantri untuk mendapatkan bantuan. Mereka dipanggil oleh petugas satu per satu,warga yang dipanggil dengan sabar menyerahkan dokumen identitas seperti KTP, KK, serta kartu undangan sebagai penerima manfaat. Terlihat sebagian besar dari mereka adalah orang-orang lanjut usia yang didampingi oleh anggota keluarga terdekat.

Foto: Sejumlah penerima bantuan beras menjalani peyanan administrasi. (Doc.Rony).
Foto: Sejumlah warga penerima bantuan beras menjalani pelayanan administrasi. (Doc.Rony).

Kepala Desa Jajag, Suparno SH, menjelaskan bahwa hari ini merupakan pembagian bantuan sosial (Bansos) dari Badan Pangan Nasional yang disalurkan untuk membantu mengatasi kemiskinan akibat dampak pandemi, termasuk kenaikan harga BBM.

“Hari ini, kami mendistribusikan 10 kilogram beras kepada 910 warga yang memang membutuhkan. Bantuan ini untuk mengatasi kemiskinan akibat dampak pandemi, termasuk kenaikan harga BBM. Bantuan berupa beras akan kami salurkan setiap bulan,” ungkapnya.

Bantuan berupa beras bagi warga kurang mampu telah disalurkan sejak bulan sebelumnya, dan warga yang membutuhkan akan terus menerima manfaat setiap bulan.

Suparno menambahkan, “Bantuan dari pemerintah ini berupa beras, bukan uang. Kami mendistribusikan kepada warga kurang mampu di lima dusun,” jelasnya.

Foto: Piah (95 Tahun) salah satu penerima bantuan beras berterimakasih kepada Kepala Desa jajag Suparno, saat datang dan mengambil beras. (Doc.Rony).
Foto: Piah (95 Tahun) salah satu penerima bantuan beras berterimakasih kepada Kepala Desa jajag Suparno, saat datang dan mengambil beras. (Doc.Rony).

Piah, seorang lansia berusia 95 tahun, tinggal di Dusun Petahunan Rt 04 Rw 01 Desa Jajag. Ia adalah salah satu penerima manfaat, Piah sangat bersyukur ketika menerima bantuan beras. Baginya, ketika harga beras melonjak tinggi, bantuan yang diberikan oleh pemerintah sangatlah berarti bagi warga yang berada dalam situasi kekurangan.

“harga beras melonjak tinggi sekarang, saya bersyukur mas. Alhamdulillah, pemerintah memberi bantuan beras,” paparnya .

Suparno juga berharap agar warga masyarakat yang menerima bantuan beras dapat memanfaatkannya dengan sebaik-baiknya.

“Bagi warga yang menerima bantuan, semoga bantuan dari pemerintah ini dapat dimanfaatkan dengan baik dan semoga bisa memenuhi kebutuhan sehari – hari,” ujarnya.

Foto: Sejumlah warga penerima bantuan beras sedang mengantri. (Doc.Rony).
Foto: Sejumlah warga penerima bantuan beras sedang mengantri. (Doc.Rony).

Suparno sangat memperhatikan karena sebagian besar penerima manfaat bantuan beras adalah para lansia. Ketika ada penerima manfaat yang sedang sakit, petugas dengan sigap datang ke rumahnya untuk memastikan bantuan beras disampaikan dengan baik. Pemerintah berupaya maksimal untuk memberikan pelayanan super aktif dengan menerapkan pendekatan ‘jemput bola’, sehingga proses distribusi bantuan berjalan lebih lancar dan efisien.

“Khususnya untuk para lansia yang menjadi penerima manfaat, kami sangat memperhatikan kesejahteraan mereka. Ketika ada yang sedang sakit, petugas kami akan datang langsung ke rumah mereka untuk memastikan bantuan beras disampaikan dengan tepat,” ungkap Suparno.

ia menegaskan, bahwa Pemerintah telah berkomitmen untuk memberikan pelayanan yang optimal, bahkan dengan menerapkan pendekatan seperti sistem jemput bola, sehingga distribusi bantuan berjalan dengan lebih lancar dan efisien. (Rony//JN).

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *