BANYUWANGI, Jurnalnews – Minggu pagi di Ruang Terbuka Hijau lapangan Tampo, Desa Tampo, Kecamtan Cluring, Banyuwangi, dipenuhi oleh semangat yang berkobar, karena MWC Cluring telah menggelar Peringatan Hari Santri yang begitu meriah. Seiring dengan mentari yang perlahan naik di langit, santri-satri segenap penjuru wilayah berkumpul untuk memperingati hari yang sangat istimewa ini.
Kemeriahan dimulai sejak pagi hari, ketika matahari masih tergantung rendah di ufuk timur. Santri dari berbagai lembaga, termasuk Ippnu, Fatayat, Muslimat, GP Ansor, IPNU, dan Pagar Nusa, berkumpul bersama di bawah langit biru. Selain itu, hadir pula sejumlah tokoh penting, seperti Kapolsek Cluring, AKP Abdurrahman, serta Danramil Cluring, Kapten Infantri Edi Supriyono, dan tokoh agama lainnya yang turut memeriahkan acara.
Ketua MWC NU Kecamatan Cluring, Rohmad Iskak, memberikan penjelasan bahwa peringatan Hari Santri adalah acara yang rutin diselenggarakan setiap tahun. Kegiatan ini selalu berpindah-pindah lokasi, dan tahun ini, mereka telah memilih Ruang Terbuka Hijau Tampo sebagai tempat berlangsungnya acara.
“Berbagai lembaga seperti Ippnu, Fatayat, Muslimat, GP Ansor, IPNU, dan Pagar Nusa turut serta dalam acara ini. Selain itu, ada pula 22 lembaga formal dan 44 lembaga non-formal yang berpartisipasi dalam peringatan Hari Santri ini,” terangnya.
Rohmad Iskak menekankan bahwa selain pengibaran bendera, peringatan Hari Santri ini juga menampilkan atraksi drum band yang dibawakan oleh para santri. Sejumlah atraksi menarik, seperti yang ditampilkan oleh GP Ansor dan Pagar Nusa, menjadi hiburan bagi semua yang hadir.
Sebelum acara dimulai, seluruh peserta upacara berkumpul untuk melaksanakan Sholat Dhuha bersama, menciptakan momen keagamaan yang penuh kedamaian.
Rohmad Iskak, menambahkan bahwa tema peringatan Hari Santri tahun ini adalah “Jihad Santri: Jayakan Negeri.” Tema ini menggambarkan semangat santri dalam memberikan kontribusi positif untuk negara dan masyarakat, dan pesan perdamaian serta harmoni di dalamnya.
“Peringatan Hari Santri di Pondok Pesantren Al Mubarok Desa Jambewangi, Kecamatan Sempu, juga dirayakan dengan semangat yang sama. Semua pondok pesantren di wilayah tersebut bersatu dalam semangat jihad santri untuk memajukan negeri ini,” ungkap Rohmad Iskak.
Dalam peringatan Hari Santri yang meriah ini, semangat juang dan cinta tanah air menjadi cerminan dari peran santri dalam membangun bangsa. Mereka adalah harapan masa depan yang terus berjuang untuk kebaikan negeri dan agama. Semua itu, diiringi oleh suara merdu drum band dan semangat persaudaraan yang tak terlupakan. (Ags/Red/JN).


Komentar