oleh

“GESAH SAE” Digelar di Pantai Bimorejo, Bapenda Banyuwangi Jemput Bola Tingkatkan Kesadaran Pajak

Banyuwangi, Jurnalnews.com – Upaya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap kewajiban pajak daerah terus digencarkan oleh Pemerintah Kabupaten Banyuwangi. Salah satunya melalui kegiatan sosialisasi bertajuk “GESAH SAE” (Gerakan Sadar Pajak Daerah Sinergi, Aktif dan Efektif) yang digelar oleh Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Banyuwangi di Pantai Wonderfull, Desa Bimorejo, Kecamatan Wongsorejo, Senin Malam (27/4/2026).

Kegiatan ini dihadiri oleh berbagai unsur lintas instansi di lingkungan Pemkab Banyuwangi, perwakilan Samsat Banyuwangi Kota dan Samsat Benculuk, Forum Pimpinan Kecamatan (Forpimcam), kepala desa, serta perangkat desa yang berperan sebagai penarik pajak di wilayah Kecamatan Wongsorejo.

Camat Wongsorejo, Mohammad Mahfud, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan kepada wilayahnya sebagai lokasi kegiatan. Ia juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya acara tersebut.

“Terima kasih kepada Bapenda Banyuwangi dan semua pihak yang telah hadir. Semoga kegiatan ini membawa manfaat besar bagi masyarakat, khususnya dalam meningkatkan kesadaran pajak,” ujarnya singkat.

Sementara itu, Sekretaris Bapenda Banyuwangi, Firman Hidayat, yang mewakili pimpinan, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari strategi pendekatan kepada masyarakat sebagai wajib pajak.

“Kami berharap setelah kegiatan ini ada peningkatan pendapatan daerah. Ini bukan hanya soal pemasukan, tapi bagaimana pemerintah hadir memberikan pelayanan langsung ke masyarakat,” jelas Firman.

Ia juga menambahkan, dalam kegiatan tersebut telah disediakan berbagai layanan publik, di antaranya pemutakhiran data SPPT PBB-P2, pembayaran PBB, layanan Samsat keliling untuk pajak kendaraan bermotor (PKB), perpanjangan SIM A dan C, cek kesehatan gratis, hingga servis kendaraan tanpa biaya.

“Ke depan, kegiatan seperti ini akan terus kami dorong agar pelayanan bisa menjangkau hingga ke desa-desa,” tegasnya.

Selain sosialisasi, acara juga diisi dengan forum diskusi interaktif yang menghadirkan narasumber dari UPT Pengelolaan Pendapatan Daerah (PPD) Banyuwangi, Jasa Raharja, serta Dinas Lingkungan Hidup. Diskusi dipandu langsung oleh Camat Wongsorejo sebagai moderator.

Kepala UPT PPD Banyuwangi, Ainur Holis, dalam paparannya menegaskan bahwa pajak merupakan kewajiban yang bersifat memaksa dan menjadi tulang punggung pembangunan daerah.

“Kami terus bersinergi dengan berbagai pihak untuk memaksimalkan potensi pajak daerah, termasuk pajak kendaraan bermotor. Apresiasi kami berikan kepada masyarakat yang taat pajak,” ungkapnya.

Sementara itu, perwakilan Jasa Raharja, Harry Kurniawan, menjelaskan mekanisme pemberian santunan bagi korban kecelakaan lalu lintas. Ia menyebut bahwa Jasa Raharja bertugas menghimpun dana dari sumbangan wajib kendaraan bermotor (SWDKLLJ) dan memberikan jaminan kepada korban.

“Setelah laporan dari kepolisian, dalam waktu maksimal tiga hari kami akan mendatangi rumah korban untuk mengurus santunan bagi ahli waris,” jelasnya.

Suasana kegiatan semakin hidup saat sesi tanya jawab dibuka. Antusiasme peserta terlihat dari berbagai pertanyaan yang disampaikan, menandakan tingginya minat masyarakat dalam memahami pentingnya pajak dan layanan publik yang tersedia. (Venus). 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *