Banyuwangi* – Sosialisasi agama bertema Harmonisasi Pancasila dan Agama: Wujudkan Persatuan dan Membangun Bangsa sukses digelar di Hotel Aston Banyuwangi, Sabtu (3/5/2026). Kegiatan ini merupakan sinergi bersama anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi Jawa Timur, Marthin Hamonangan, M.H. dari Fraksi PDI Perjuangan.
Acara dihadiri tokoh masyarakat, tokoh agama, pemuda, serta perwakilan ormas keagamaan se-Kabupaten Banyuwangi. Sosialisasi ini bertujuan memperkuat pemahaman bahwa nilai agama dan Pancasila tidak bertentangan, melainkan saling menguatkan dalam bingkai persatuan Indonesia.
Bertindak sebagai narasumber Fajar Isnaini Dosen Darul Ulum , Muncar dan Miskawi Dosen sekaligus Ketua Program Studi Pendidikan Sejarah, Universitas PGRI Banyuwangi,
Miskawi, menguraikan hubungan Pancasila dan agama secara komprehensif. Dalam paparannya, ia menjelaskan Pancasila dari segi historis, mulai dari proses perumusan oleh para pendiri bangsa yang berlatar belakang agama beragam hingga dicapainya konsensus nasional.
“Pancasila lahir dari rahim keberagaman. Sila pertama Ketuhanan Yang Maha Esa adalah bukti bahwa para pendiri bangsa sepakat menjadikan nilai agama sebagai ruh negara, tanpa menjadikan negara milik satu agama,” jelas Miskawi.
Ia juga memaparkan sejumlah permasalahan yang kerap muncul terkait Pancasila di tengah masyarakat, seperti politik identitas, tafsir tunggal atas nama agama, hingga pemahaman sempit tentang hubungan negara dan agama. Sebagai solusi, Miskawi menawarkan tiga prinsip harmonisasi: komplementer, konsentris, dan kalimatun sawa’ atau titik temu.
“Agama menjawab untuk apa saya hidup. Pancasila menjawab bagaimana kita hidup bersama. Beda rel, satu tujuan: Indonesia damai,” tegasnya.
Miskawi menegaskan bahwa pembumian Pancasila harus terus dilakukan . Menurutnya, sinergi antara legislatif, akademisi, dan tokoh agama penting untuk menangkal perpecahan. “Kalau fondasi agamanya kuat dan atap Pancasilanya kokoh, maka rumah Indonesia akan aman. Tugas kita menjaga keduanya tetap lurus,” ujarnya.
Kegiatan berlangsung interaktif melalui sesi dialog. Peserta antusias menyampaikan pandangan dan pertanyaan seputar implementasi nilai Pancasila dalam kehidupan beragama sehari-hari.
Acara ditutup dengan penegasan komitmen bersama untuk terus merawat harmonisasi Pancasila dan agama sebagai modal sosial membangun bangsa. Seluruh rangkaian kegiatan berjalan dengan lancar dan kondusif. (Masduki)


Komentar