Banyuwangi, Jurnalnews.com – Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Banyuwangi menggelar pelatihan retrofitting pemodelan rumah aman gempa bagi masyarakat Desa Bimorejo dan Desa Bajulmati, Kecamatan Wongsorejo, Banyuwangi. Kegiatan tersebut resmi dibuka di Pendopo Desa Bimorejo, Kamis (29/10/2026).
Pelatihan yang berlangsung selama tiga hari, mulai 29 hingga 31 Oktober 2026, bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan peserta dalam memahami konstruksi bangunan yang lebih aman terhadap risiko gempa bumi.
Pembukaan pelatihan dihadiri Wakil Ketua I Pengurus PMI Kabupaten Banyuwangi, Dr. H. Nurhadi, MM., Camat Wongsorejo Mohammad Mahfud, Sekretaris Kecamatan Wongsorejo, Kepala Desa Bimorejo, Sekretaris Desa Bajulmati, Bhabinkamtibmas, serta pengurus dan staf PMI Kabupaten Banyuwangi. Sebanyak 20 peserta mengikuti kegiatan tersebut.
Dalam sambutannya, Camat Wongsorejo Mohammad Mahfud berharap seluruh peserta dapat mengikuti pelatihan dengan sungguh-sungguh, sehingga ilmu dan keterampilan yang diperoleh bisa diterapkan di lingkungan masyarakat.
Menurut Mahfud, Desa Bimorejo dan Desa Bajulmati patut bersyukur karena menjadi dua desa di Kecamatan Wongsorejo yang mendapatkan kesempatan mengikuti pelatihan tersebut.
“Desa Bimorejo dan Desa Bajulmati mesti bersyukur, karena hanya dua desa yang mendapatkan jatah pelatihan di Kecamatan Wongsorejo. Mudah-mudahan ke depan desa-desa lainnya juga mendapat giliran,” ujar Mahfud.
Ia berharap keterampilan yang diperoleh peserta tidak hanya berhenti pada kegiatan pelatihan, tetapi juga dapat dimanfaatkan untuk membantu masyarakat memahami pentingnya membangun rumah dengan konstruksi yang lebih aman.
Sementara itu, Wakil Ketua I Pengurus PMI Kabupaten Banyuwangi, Dr. H. Nurhadi, MM., menjelaskan bahwa pelatihan ini tidak hanya memberikan pemahaman secara teori, tetapi juga dilengkapi dengan praktik langsung di lapangan.
Menurut Nurhadi, peserta yang memiliki keterampilan sebagai tukang bangunan akan mendapatkan kesempatan untuk mempraktikkan pengetahuan yang diperoleh. Dalam program tersebut, direncanakan pembangunan satu model rumah di Desa Bajulmati dan satu model rumah di Desa Bimorejo.
“Setelah diberikan teori, peserta akan langsung praktik membuat model rumah tahan gempa. Karena terkadang masyarakat membangun rumah yang penting tidak kehujanan dan kepanasan, tetapi aspek konstruksinya juga harus diperhatikan,” jelasnya.
Nurhadi menegaskan bahwa PMI merupakan organisasi kemanusiaan yang memiliki peran dalam membantu masyarakat, termasuk melalui kegiatan kesiapsiagaan dan penanggulangan bencana. Upaya kesiapsiagaan perlu dilakukan sebelum bencana terjadi agar risiko kerugian dan dampak yang ditimbulkan dapat dikurangi.
Melalui pelatihan retrofitting ini, masyarakat diharapkan semakin memahami pentingnya memperkuat konstruksi bangunan yang sudah ada maupun memperhatikan prinsip keamanan ketika membangun rumah. Dengan demikian, risiko kerusakan bangunan dan ancaman terhadap keselamatan penghuni saat terjadi gempa bumi dapat diminimalkan.
Selain program kesiapsiagaan bencana, Nurhadi juga menyampaikan bahwa PMI Kabupaten Banyuwangi menjalankan berbagai kegiatan sosial dan kemanusiaan, termasuk pelayanan kesehatan bagi masyarakat.
Pelaksanaan pelatihan rumah aman gempa di Desa Bimorejo dan Desa Bajulmati diharapkan menjadi langkah nyata untuk meningkatkan kapasitas masyarakat dalam membangun lingkungan yang lebih tangguh terhadap ancaman bencana, sekaligus mendorong penyebarluasan pengetahuan konstruksi bangunan yang aman ke desa-desa lainnya di Kecamatan Wongsorejo. (Venus).


Komentar