Khitan /sunat bagi umat muslim adalah kewajiban khususnya bagi laki-laki.Tradisi umat muslim ini adalah merupakan perintah Allah SWT, yang diperintahkan kepada nabi Ibrahim sebagai bapak dari semua bangsa ,yang melahirkan keturunan para pemimpin, raja dan nabi dibuminya Allah.
Perintah khitan/sunat adalah sebagai bentuk tanda mensucikan diri atau tanda kesucian sebagai syarat syahnya shalat. Disyareatkan melakukan khitan untuk bayi laki-laki mulai usia 1 minggu (tradisi arab), sedangkan di Indonesia disesuaikan dengan kemampuan dan kemauan dari keluarganya menurut tradisi dan budaya masing-masing.

Disaat sang anak mau disunat, orang tua biasanya menyelenggarakan pesta untuk keluarga dan kerabat, sebagai wujud rasa syukur kepada Allah SWT, dan menyambung tali silaturahmi.
Pasangan suami istri asal Lombok -Banyuwangi, Bapak Aswan dan ibu Siti Rohimah menyambut bahagia permintaan yang disampaikan putra keduanya “Ijlal Aulia Rohim” untuk dikhitan/sunat.Sudah sebulan lebih sebenarnya Ijlal menunggu saat yang dinantikannya tersebut, karena bertepatan dengan awal Ramadhan lalu meminta pada ayah ibunya untuk sunat.
Bertepatan dengan hari kesebelas lebaran Idul Fitri (Ahad, 23 Mei 2021) barulah acara sunatan / khitan bisa dilaksanakan. Petugas kesehatan yang membantu adalah Bpk. H. Ali yang saat ini bertugas di RSU Klungkung, beliau juga memiliki klinik terapis bagi yang bermasalah dengan kesehatan.Lelaki yang beristrikan karyawan disdukcapil Kabupaten Klungkung ibu Dewi, juga aktifis dan pengurus di Yayasan Iswara serta Ikawangi Dewata Bali Cab. Klungkung.

Dengan kesabaran dan juga keahliannya sebagai petugas,acara khitan yang dimulai pukul 07.30-07.45 WITA berjalan dengan lancar diiringi shalawat nabi yang dilantunkan seluruh hadirin dan keluarga besar tuan rumah.
Proses sunat /khitan ala tradisional atau biasa disebut sunat calaq. Dimana pasien diberi suntikan bius lokal dialat kelaminnya dan ujung kulit kemaluannya yang biasanya menutup jalan kencing dihilangkan dijahit dan langsung dioles obat salep.
Kemudian diberi minum obat berbahan sirup.
Sebagai petugas kesehatan yang sudah berpengalaman kurang lebih 27 tahun, tentu bukan hal sulit bagi Pak Haji Ali. Selesai proses sunat, dan semua kluarga serta undangan berkumpul mengikuti acara tradisi selamatan tasyakuran jenang abang dan tumpengan ,yang dipandu oleh Pak Widodo, selaku guru ngaji Ijlal.
Tumpeng tasyakuran sebanyak 2 buah Tang satu untuk bapak-bapak satunya untuk ibu-ibu. Doa keselamatan dibacakan diaminkan oleh seluruh hadirin.

Menjelang jam 10.00 WITA acara Halal bihalal dan Walimatul Khitan yang dihadiri santri dan wali santri serta undangan lain dimulai dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an (Bpk Misnok), Sambutan tuan rumah /diwakili (P.Sadri), Shalawat dan Mahlul Qiyam, serta Mauidhotul Khasanah (Pengasuh Kampung Santri Bali Bpk. Widodo).
Dalam Sambutannya tuan rumah mengucap terimakasih atas kehadiran seluruh undangan, serta mohon doanya untuk keluarga khususnya ananda Ijlal. Sedangkan Pengasuh Kampung Santri Bali P. Widodo menjelaskan makna halal bihalaldan juga perustiwa khitan /sunat sebagai syareat yang diterima oleh agama Nabi Ibrahim yang saat itu khitan diusia 80 th.
Diakhir acara seluruh hadirin juga saling meminta dan memberi maaf dengan hanya bersalaman sesuai protab covid cukup dengan menangkup kedua tangan didada dan saling menundukkan kepala dengan ucapan Minal Aizin Wal Faizin.
Kuliner prasmanan yang dihidangkan adalah sate gulai kambing, sayur urap daun turi, sayur Cengeh ala Lombok, Sayur asem, bening bayam, sambal tempong kuluban ala Banyuwangian dan juga es cendol dawet dan sirup marjan. Yang jadi pusat perhatian adalah pisang dan jeruk serta semangka cukup melimpah berdampingan dengan snack kotak dan jajan pasar yang disuguhkan.
Beberapa tamu yang berasal dari luar kota ada yang dari tabanan, batuan sukawati, juga dari klungkung sebagian adakah wali santri dan juga kolega dari tuan rumah yang berprofesi sebagai pengusaha kayu dan mebel, serta rumah kayu all style.
Acara yang berakhir tepat jam 12.30 diakhiri dengan pemberian tali asih/amplopan pada Ijlal dari seluruh undangan,ditutup dengan doa keselamatan bersama anak santri. Semoga semua keluarga Ijlal Aulia Rohim, selalu mendapatkan perlindungan dan juga keselamatan serta kesehatan Ijlal jadi anak yang soleh dan berbakti pada orang tua, agama, bangsa dan negara.
Dari desa Cemagi, Jl. by pas Tanah Lot gang Spam Pened Mengwi Badung Bali (Ambarwati Soenarko).


Komentar