oleh

Rencana Diskusi Publik dalam Rangka Hari Radio Nasional

-Berita-1.191 views

Merah putih Event Organizer mengadakan diskusi publik memaknai Hari Radio Nasional yang tepatnya 11 September di Aula Universitas Bakti Indonesia (UBI) Cluring Banyuwangi. Pimpinan merah putih event organizer yang juga Dekan Fakultas Ekonomi UBI Cluring, Nur Prasetyo, S.Sos M.Si pada media Keboendha Tampo Mas Group yang jadi mitra EO, monggo forum ini dimanfaatkan insan radio dari berbagai paguyuban dan jaringan untuk saling asah asih asuh saat mengenang hari perjuangan 76 tahun lalu untuk jadi inspirasi aspirasi dengan sikon perkembangan IT era kini.

“Karena sikon pandemi maka kami membatasi jumlah peserta. Maka ayo segera daftar, bila kuota telah terpenuhi maka pendaftaran ditutup, ” tutur pendiri Radio Komunitas Bung Tomo ini seraya sebut sudah kirim surat ke tim satgas covid untuk mohon rekomendasi berlangsungnya acara ini.

Sedang sekretaris Panitia, Qurrota A’Yunin yang host Podcast Gotong-royong’45 sampaikan narasumber pada diskusi publik ini dari Dinas Komunikasi dan Infornasi Kabupaten Banyuwangi, Jaringan Radio Komunitas Indonesia (JRKI) Wilayah Jawa Timur serta Akademi FE UBI yang akan sampaikan bagaimana Radio tetap eksis berkelanjutan bisa bayar listrik, perbaikan alat rakitan maupun honor kru relawan. Sedang bendahara panitia, Haderi pada saat pertemuan panitia di Dapoer Jeng Tatha Tampo Cluring Selasa (24/8) menyampaikan bahwasanya dari acara terbuka ini juga akan hadir penggiat radio komunitas dari Probolinggo, Lumajang dan Karisidenan Besuki.

“Ini kehormatan bagi kami dan bisa bersinergi dengan radio komunitas di seluruh pelosok bumi Blambangan, ” kata penyiar Brit FM Sempu ini.
Panitia disamping datang ke paguyuban dan jaringan rakom untuk mengundang, juga share link via WA maupun radiogram ke camat yang difasilitasi Diskominfo.

Harapannya nanti ada forum komunikasi radio komunitas yang anggotanya dari berbagai paguyuban dan jaringan untuk memudahkan disiminasi informasi dan pendidikan ke- 25 kecamatan disamping sebagai media hiburan seni budaya.(AWN)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *