oleh

Omah Majapahit Restoran Terus Berbenah Diri

-Berita-1.148 views

Rangkaian Test Food di Resto Omah Majapahit yang berlokasi di Jalan Majapahit No. 40 Banyuwangi-Jatim terus dimaksimalkan, dan hari ini Minggu 28 Agustus 2021.

Menurut Sambioni ” Pengunjung pada hari ini disuguhi masakan khas Banyuwangi yaitu masakan Kuluban gundho, Jangan Pakis dan Udang bumbu merah. Dan juga disuguhi alunan musik khas Banyuwangi (Angklung, Suling dan Biola), “tutur Sambiyono.

Kang Ayong Laros menjelaskan kepada Kenu Aris Martanto selaku owner : “Angklung Banyuwangi berbeda dengan angklung daerah daerah lain di Indonesia. Sebagai contoh Angkkung Banyuwangi jumlah not nya cuma ada lima yaitu : do re mi dan la, sedang angklung daerah lain not nya lengkap yaitu : do re mi fa so la si. Lebih lanjut Kang Ayong menuturkan : Untuk Biola Banyuwangi jumlah senar nya tiga dan digesek dua senar sekaligus pada saat dimainkan, sedang biola nasional jumlah senar nya empat dan digesek cuma satu senar. Oleh karenanya banyak musisi daerah daerah lain merasa kesulitan memainkan alat alat musik Banyuwangi, sedang musisi musisi Banyuwangi apabila di suruh memainkan alat musik dari daerah daerah lain, tidak merasa kesulitan, “ungkap Ayong.

IMG-20210829-WA0055

Test food Resto Omah Majapahit kali ini mencoba untuk memberikan konsep-konsep unik di setiap even yang nantinya akan digelar. Misalnya di setiap even, akan ditampilkan berbagai musik tradisional Banyuwangi untuk menemani para tamu. Out door yang disediakan Resto Omah Mojopahit sengaja disediakan untuk para seniman seniman musik tradisional untuk berkereasi, dan yang lebih penting lagi Resto Omah Majapahit akan terbuka untuk semua seniman seniman Banyuwangi.

Untuk kaula muda, Resto Omah Majaphit sangat cocok sebagai tempat nongkrong sambil menikmati kopi yang berkwalitas. Dan resto ini juga pas untuk ibu ibu muda yang sering mengadakan peryemuan pertemuan dengan komunitasnya. Room untuk rapat rapat segera dibangun dan joglo Blambangan akan diperuntukkan bagi sebagai tempar edukatif untuk para tamu yang ingin mengetahu tentang budaya Banyuwangi. Silahkan nanti para pelukis pelukis Banyuwangi berkumpul dan berkreasi di sini, semoga masyarakat Banyuwangi bisa menerima kehadiran Resto Omah Majapahit sebagai tempat alternatif di masa pandemi covid.

Lebih lanjut Kenu menuturkan  “bahwa Resto Omah Majapahit segera lounching pada awal Oktober 2021, karena kita masih berbenah untuk melengkapi apa yang masih dirasa kurang, diperkirakan nanti pada pertengahan September tahap pembenahan sudah selesai 100 persen.

Sambiono lebih lanjut menambahkan bahwa resto Omah Majapahit berusaha untuk mengangkat kembali kebudayaan lokal dan dia berharap mendapatkan respons positif masyarakat Banyuwangi, Tidak hanya menikmati alunan nada indah angklung, juga ada proses pembelajaran kebudayaan lokal pada masyarakat terutama bagi para generasi muda.

Kalau pengetahuan budaya diajarkan di kelas, mungkin para generasi muda akan jemu, tapi kalau di dijarkan disini sambil menikmati sugihan menu yang sesuai selera kaula muda, pasti mereka akan merasa betah dan senang.
Lebih lanjut Kenu menuturkan bahwa “Omah Majapahit di bangun diatas lahan yang cukup luas dan dilengkapi halaman parkir yang luas pula. Untuk para pengunjung yang mengharapkan suasana etnik tradisional tempo dulu, silahkan kunjungi Omah Majapahit yang segera di lounching pada awal Oktober 2021, “jelasnya.

Omah Majapahit juga menyediakan berbagai makanan dan buka dari pagi sampai malam, dengan protokol kesehatan yang ketat.(Hariyanto)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *