BANGOREJO – Proyek pembangunan saluran irigasi didusun Kebondalem Rt 03 Rw 03 Desa Kebondalem dikeluhkan warga sekitar, karena dalam pengerjaannya bahan pasir yang dipakai banyak bercampur tanah. Selasa (25/04/2018).
Selain tidak memakai alat pengaduk “Molen” Proyek itu juga tidak memasang papan nama proyek sehingga warga tidak bisa menegur langsung ke CV yang mengerjakannya.

Sedangkan para pekerja tidak bisa memberi keterangan saat warga mempertanyakan soal bahan pasir leboh juga tanpa molen serta papan nama proyek.
” tadi kita tanya kenapa pakai pasir leboh dan tidak menggunakan molen, salah satu pekerja menjawab, ya hanya ikut bekerja soal itu semua saya tidak tahu,” jelas jaenu warga setempat.
Sementara itu, Koordinator Sumber Daya Air (koorsda) Kecamatan Bangorejo, Budi menjelaskan bahwa proyek saluran BBU6 tersebut dari Dinas Pertanian.
“Proyek saluran BBU6 tersebut milik Dinas Pertanian,” terangnya.
Ketika dikonfirmasi Rini dari BPP Bangorejo membenarkan proyek tersebut milik Dinas Pertanian, ditanya soal papan nama proyek Rini tidak tahu menahu.
“Kalau proyek itu betul milik Dinas Pertanian tetapi yang mengerjakan dari CV mana saya tidak tahu karena papan nama proyek tidak ada, jadi brapa anggaranya kami tidak tahu, mengenai bahan pasir leboh, itu harusnya diganti yang bagus,” ucapnya. (Jenudin).


Komentar