BANYUWANGI – Akhir akhir ini habitat ulat bulu berkembang biak di pohon trembesi dan pohon lain di lokasi wisata Djawatan Yang bertempat di Desa Benculuk Kecamatan Cluring, membuat sebagian pengunjung enggan masuk ke lokasi Djawatan. Minggu (15/11/2020).
Sejumlah pengunjung merasa gatal – gatal dan panas dibagian tubuhnya lantaran terkena ulat bulu setelah mendatangi wisata Djawatan.
Kini wisata yang menyajikan keindahan hutan Trembesi ditengah kota itu enggan didatangi wisatawan.
“Saya baru masuk ke lokasi wisata Djawatan. Didalam sepi hanya beberapa pengunjung saja.” Ucap Yayan.
Masih kata Yayan,” tadi waktu saya minum kopi di warung, saya duduk dikursi terbuka dan waktu asik minum kopi teman yang duduk disebelah saya terkena ulat di lehernya merah dan sedikit bengkak, lalu saya sama teman lain bergegas keluar lokasi wisata.” Jelas Yayan.
Sementara penglola wisata Djawatan Bagus, membenarkan adanya pengunjung wisata yang terpapar ulat bulu.
“Memang sebagian pengunjung ada yang terkena ulat tapi kita secepatnya akan kordinasi kepada pihak Dinas Pertanian agar segera mendapat penanganan secepatnya.” Jelasnya.
Sebelumnya sejumlah pengunjung mengeluh karena terkena ulat di wisata Djawatan hampir sekujur badanya merah memar dan mengeluh gatal dan panas.
“Kalau seperti ini saya enggan masuk lagi ke Djawatan.” Keluh Kecit pengunjung wisata Djawatan. (Gus//JN).


Komentar