oleh

Ketika Sumbangan Dianggap Pungutan

Kabar merebak tak sedap yang menimpa kepala Desa Supri, Desa Kesilir Kecamatan Siliragung Kabupaten Banyuwangi  yaitu bahwa ada pungutan senila Rp 100 000 “seratus ribu rupiah perbidang Tanah yang terdaftar pada warga yang mendaftarkan kepengurusan tanahnya pada Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) ternyata masih di ragukan kebenarannya .

Pasalnya, ketika awak media cetak dan online ini menelisik lebih kedalam pada akar permasalahan yang terjadi awak media berhasil menemui Tokoh masyarakat yang bernama Muningram warga Dusun Sumberbening RT 004 RW 005 di rumahnya Sabtu (09/01/2021). Yang notabene adalah pernah menjadi rival kepala Desa Supri, yaitu kepala desa yang sedang menjabat saat ini.
Dari awal penjelasannya Muningram mengutarakan memang benar ada pungutan sumbangan, namun itu tidak dari panitia PTSL atau aparatur desa , tapi sumbangan secara sukarela yang ia prakarsai beserta tokoh tokoh yang lain adalah murni inisiatif dari dirinya dan teman temannya, dengan alasan mobil Ambulans Desa sudah tidak layak guna di karenakan sering mogok jika tengah di pergunakan untuk kepentingan warga.

“Sumbangan seratus ribu itu pihak desa maupun panitia PTSL tidak ikut campur itu murni dari kami yang sangat berterimakasih pada pemerintah desa beserta panitia PTSL dengan nominasi Rp 150.000 bisa jadi sertifikat, coba jika mengurus melalui reguler ? Bisa habis 8 hingga 9 juta mas.  Maka dari itu Saya berinisiatif bergotong royong dengan warga yang telah terbantu legalitas tanahnya untuk sukarela menyumbang sedikit untuk membeli mobil ambulans desa yang sering mogok, dan yang sukarela menyumbang bukan hanya dari pemohon saja bahkan yang tidak ikut daftar di PTSL juga ikut nyumbang, dan besar sumbangan relatif ada yang 50 ribu, 100 ribu bahkan ada yang 1 juta, jadi tidak benar jika ada kabar bahwa panitia PTSL atau perangkat Desa memungut 100.000 kepada pemohon perbidang Tanah, ” terangnya.

Selanjutnya di pihak yang berbeda, salah satu pengusaha yang ada di desa Kesilir sebut saja “koh Ong” juga membenarkan apa yang di sampaikan Muningram , bahkan ia sangat mendukung sekali kepada inisiatif itu
” Toh sumbangan itu kan manfaatnya kembali pada warga bukan masuk kantong pribadi, kan buktinya ada mobil ambulans yang di beli, gitu aja kok repot!” Tegasnya pada awak media.(Ilham)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *