BANYUWANGI – Harga jeruk nipis yang menyentuh Rp 1000 per kilogram membuat petani gigit jari kecamatan Tegaldlimo Kabupaten Banyuwangi.Jika tidak laku dijual terpaksa petani Desa/Kecamatan Tegaldlimo membuang hasil panen jeruk nipis tersebut. Sebab, jeruk nipis hanya dapat dijual dalam kondisi segar dan tidak dapat diolah kembali. Kamis (28/1/2021).
Salah satu petani jeruk nipis, Lendi Saputra, 26, warga Dusun Sumberluhur, Desa/Kecamatan Tegaldlimo mengatakan setiap tahunnya saat menginjak Januari hingga April harga jeruk nipis selalu merosot.
Tak hanya harga jualnya saja yang merosot, hasil panen jeruk nipis juga jelek dan tidak maksimal.
“Saat ini harga jeruk nipis ditingkat petani Rp 1000 per kilogram,” ujarnya.
Sebelumnya, memasuki pertengahan 2020 harga jeruk nipis Rp 10 ribu per kilogram, namun pada akhir tahun 2020 harganya berangsur menurun hingga Rp 6000 per kilogram. Lalu memasuki tahun 2021 harganya semakin merosot dan menyentuh Rp 1000 per kilogram sehingga membuat petani kebingungan.
Menghadapi masalah tersebut, petani jeruk nipis tidak dapat berbuat banyak. “Hanya dapat pasrah dan menerima keadaan,” cetusnya.
Dengan kondisi harga jeruk nipis yang sangat anjlok itu membuat petani merugi. Bahkan, beberapa petani di Kecamatan Tegaldlimo juga sempat membabat tanaman jeruk nipisnya lantaran dirasa tidak mendapatkan hasil yang maksimal dari menanam jeruk nipis.
“Saya sendiri juga malas panen jeruk nipis yang saya tanam lantaran harganya sangat murah,” katanya.
Ia mengatakan dengan harga jual Rp 1000 per kilogram tentu saja tidak dapat menutupi biaya operasional. Petani dapat dikatakan untung jika harga jeruk nipis diatas Rp 3000 per kilogram.
“Untuk pengganti biaya beli pupuk saja tidak cukup,” keluhnya.
Lanjutnya, Selain harganya yang anjlok, hasil panen jeruk nipis juga kurang maksimal. Hal tersebut disebabkan karena faktor cuaca dan hama ulat yang menyerang jeruk nipis. Jika sudah diserang ulat bentuk jeruk nipis tidak mulus dan banyak berlubang. Tingginya curah hujan juga membuat buah jeruk nipis rontok.
Masalah lainnya juga lantaran jeruk nipis tidak dapat diolah lagi sehingga jika tidak laku dijual, petani terpaksa membuang hasil panennya itu. Selain itu, panen raya juga membuat harga jeruk nipis semakin anjlok.
“Kalau seperti ini petani semakin tercekik,” keluhnya.(Mbah Din)


Komentar