Pengurus Pembantu Pondok Pesantren Nurul Jadid (P4NJ) Banyuwangi menggelar acara rutinan 3 bulanan mengaji dan mengkaji kitab kuning Syu’abul Iman. Pengajian yang di gelar pada hari Minggu, 21 Februari 2021 di pesantren Darul Latif Ar Rosyid yang terletak di Desa Kedayunan Kecamatan Kabat Kabupaten Banyuwangi. Acara pengajian yang digelar kali ini cukup bermakna bagi segenap alumni PP Nurul Jadid Paiton Probolinggo, karena turut mengundanghadirkan beberapa pengasuh pondok pesantren di Banyuwangi diantaranya Ra Muafik dari PP Bustanul Makmur Genteng. Serta beberapa Kyai muda Banyuwangi.

Dalam sambutan KH Ahmad Rosyidi LC menyampaikan bahwa suatu kehormatan bisa dikunjungi pengasuh PP Nurul Jadid karena menurut beliau pesantrennya mempunyai ikatan batin dengan P4NJ. Diantaranys karena ayah dari KH A. Rosyidi merupakan teman seperjuangan dari KH.Zaini Mun’m ayahanda dari KH Zuhri Zaini.
Ustadzh H. Syamsul selaku ketua P4NJ menyampaikan bahwa, ” Rutinitas pengajian ini digelar tidak hanya sebagai ajang untuk mengaji, namun sekaligus untuk ajang sulaturrahim antara santri kepada Kyai dari PP Nurul jadid, “katanya.
Besar harapan ustadzh H. Syamsul untuk rutinan kedepan, yang datang hususnya alumni santri putri lebih banyak lagi. Tentunya pengajian digelar dengan tetap mengedepankan prokes covid 19 serta situasi dan kondisi yang berlaku di daerah tersebut.

Selanjutnya ustadzh Abdul Rouf menyampaikan bajwa Banyuwangi dengan 25 kecamatan, membutuhkan energi lebih untuk mengkoordinir alumni secara kontinyu. Sehingga P4NJ Banyuwangi sepakat membagi diri menjadi 5 koordinator wilayah (korwil). Korwil 1 terdiri dari Kecamatan Wongsorejo, Ketapang, Kalipuro, Giri, Glagah dan Kecamatan Banyuwangi. Korwil 2 terdiri dari Kecamatan Kabat, Rogojampi, Singojuruh, Songgon dan Blimbingsari dengan koordinator ustadzh Rouf. Adapun korwil 3 yakni Kecamatan Muncar, Srono, Purwoharjo. Sedangkan Genteng, Jajag, Kalibaru, Glenmore dan Cluring masuk korwil 4. Sisa kecamatan dari 25 kecamatan yang ada masuk korwil 5. Ustadzh Rouf juga memberikan informasi bahwa sejak bulan Januari 2021 sudah mengkondisikan koordinasi pengiriman dari walimurid Banyuwangi kepada santri di pesantren baik dakam bentuk uang, barsng atau tabeg (makanan berupa nasi matang yang dibungkus dan pisang dengan lauknya selanjutnya di tanak lagi agar lebih tahan tidak basi), yakni setiap minggu pertama di tiap bulannya. Selain itu, beliau juga menyampaikan bahwa Harlah PPNJ tahun ini dilaksanakan secara virtual yang insyaAlloh akan dilaksanakan pada tanggal 14 Maret 2021. Mengakhiri sambutannya, beliau juga menyampaikan permohonan maaf serta ucapsn terimakasih atas pemikiran banyak fihak sehingga acara ini bisa terselenggara.

Inti acara rutinan berlangdung sangat hikmat. Karena KH Zuhri Zaini memberikan materi pengajian dan mengkajinya secara gamblang, mudah difahami dan kekinian. Beliau berpesan kepada seluruh santri yang hadir agar selayaknya tetap menjaga ukuwah islamiyah dengan segenap penyesuaian dari profesi yang di emban masing masing alumni. KH Zuhri Zaini merupakan putra ke 5 dari KH. Zaini Mun’im dan ibunda Nyai Nafi’ah yang tahun ini genap berusia 69 tahun. Dengan kesabaran, kelembutan, strategi management keseimbangan dan welas asih yang menjadi ciri Khas KH Zuhri Zaini untuk terus mengabdikan dirinya pada masyarakat atas segenap keilmuan yang di embannya. Beliau yang sejak tahun 2013 tepatnya setelah kepergian “Trisula NJ” mengemban amanah untuk memangku PP Nurul Jadid sebagai pengasuh utama.
Besar harapan KH Zuhri Zaini untuk seluruh alumni PPNJ agar silaturrahmi dan mengbdikan diri secara berkelanjutan. Karena tawadhu’ kepada guru tidak hanya selesai pada saat masih di pesantren. Namun sampai seoanjsng hayat dengan tetap menjaga segala aturan yang pernah dipelajari selama di pesantren.
Kurang lebih 100 alumni yang datang kala itu benar benar seperti Handphone yang baru di charger. Dengan segala binar dan asa untuk terus melanjutkan apa tang dicita citakan pendiri PPNJ yakni KH Zaini Mun’im. Tanpa terasa 2 jam bersama KH. Zuhri berakhir dengan tahlil dan doa yang dipimpin oleh H. Mursid dari Kalibaru. (Yeti CH)


Komentar