BANYUWANGI – Petugas Gabungan TNI Polri BPBD dan Basarnas juga masyarakat, berhasil menemukan korban sudah keadaan meninggal dunia. Banyuwangi Senin (22/2/2021).
Kapolsek Banyuwangi AKP Kusmin SH mengatakan Telah ditemukan orang meninggal dunia di persawahan lingkungan Wonosari Gareng Kelurahan Sobo Kecamatan Banyuwangi, akibat tenggelam dan terseret arus sungai Bagong sejauh kurang lebih 1,5 Km.
Awalannya Tempat kejadian perkara (TKP)
Sungai bagong Lingkungan Krajan Rt. 02 / 01 Kelurahan Sumberejo kec. Kota Kabupaten Banyuwangi.

“Korban Moh. Andi Pratama (17) pelajar kelas 2, MTS Attaufiq, lingkungan krajam rt 2/1 sumberejo Kecamatan Banyuwangi sudah di temukan keadaan meninggal dunia.”Kata AKP Kusmin, SH.
Jelas,AKP Kusmin, SH. menjelaskan kronologi kejadian Awalnya pada hari Minggu tgl 21 Pebruari 2021 sekira jam 15.00 wib, Korban Andi bersama temannya. Anam bermaksud mengambil buah kelapa yang hanyut di sungai kali Bagong.
Karena tidak bisa berenang akhirnya hanyut terbawa arus dan ditolong oleh saksi Zaka yang melihat korban hanyut. Namun belum sempat berhasil menggapai korban, korban sudah tenggelam hanyut terbawa arus air sehingga saksi Zaka langsung pegangan ranting bambu dan menepi ke pinggir sungai.
Selanjutnya saksi Zaka memberitahu ke warga sekitar bahwa korban Andi hanyut di sungai. Kemudian saksi Anis yang saat itu berada di jembatan melihat korban Andi hanyut dikira korban Andi hanya bermain seperti biasa.
Setelah diberitahu oleh Saksi Anam bahwa Andi tersebut hanyut tidak bisa berenang, selanjutnya bersama warga mencari dengan menyusuri aliran sungai namun sampai saat ini pukul 24..00 Wib bersama aparat dan BPBD masih melakukan penyusuran sungai dan pencarian korban namun korban belum berhasil ditemukan.
Pencarian terus di lakukan berhasil di temukan Pukul 00.30 Wib korban Moh Andi Pratama di temukan di area persawaan RT 02/1 Lingkungan Wonosari Gareng Kelurahan Sobo Kec/Kabupaten Banyuwangi.
Sebelah tanggul jebol selanjutnya korban di evakuasi dengan Ambulance sesuai permintaan keluarga langsung ke rumah duka dan melaksanakan Evakuasi korban
Memintakan Visum et Repertum Luar mayat.
Koordinasi dengan keluarga korban guna Memintakan pernyataan keluarga/org tua korban, terkait penolakan utk dilakukan autopsi mayat. Sesuai permintaan langsung di evakuasi ke rumah duka guna dirawat dan dimakamkan
Hasil pemeriksaan dokter tidak ada tanda tanda kekerasan pada tubuh korban, korban mengalami lecet lecet pada kepala dan lengan serta kaki akibat benturan pada saat hanyut kurang lebih 1,5 KM,
“Keluarga korban telah Ikhlas terkait kejadian tersebut dan telah menerima sebagai musibah dan takdir dari Allah SWT, dan tidak akan melakukan tuntutan Hukum kepada pihak manapun selanjutnya di buatkan pernyataan,
“ungkapnya.(Mbah Din)


Komentar