oleh

Pembangunan di Papua Tidak Hanya Melalui Pendekatan Ekonomi

example banner
Spread the love

Jakarta – Bahwa di dalam konteks pembangunan adalah membangun manusia seutuhnya, jadi tinjauannya tidak hanya dari sisi ekonomi semata. Seperti pembangunan di Papua jika dilihat dari pendekatan nilai ekonomi tidak akan bertemu.

Bisa diilustrasikan, eh kita membangun jalan di Papua kalau dilihat dari pendekatan nilai ke ekonomian gak akan ketemu, gak akan ketemu. Tapi pertanyaannya, kapan Papua akan dibangun? Kalau kita pendekatannya hanya ke ekonomian, kata KSP Jenderal TNI (Purn) Dr. H. Moeldoko, S.I.P.
Hal tersebut disampaikan langsung Moeldoko dari Kantor Kepala Staf Presiden (KSP), Selasa (23/02/2021) saat memberikan pengantar dalam program Webinar KSP MENDENGAR. Lebih lanjut Moeldoko mengatakan untuk itulah, nilai-nilai lain akan menjadi atensi disini.

“Yang pertama, dari kontek sosial bahwa pembangunan infrastruktur bukan sekedar membangun fisik tetapi didalamnya juga peradaban manusia.
Bisa dibayangkan, daerah yang terisolasi, dengan dibukanya daerah itu ya,  infrastruktur dibuka maka pendidikan akan mudah, berikutnya kesehatan akan tertangani dengan baik, juga demikian persoalan proyeksitas sosial, “kata Moeldoko.

Moeldoko juga menambahkan dan memberikan contoh daerah perbatasan di Kalimantan, dimana aparat pimpinan atau Pangdam di wilayah disana sering mengeluh dan menganggap persoalan sudah terselesaikan dengan pemerintah cukup hadir dan melihat saja.

“Pak, Pemerintah pusat itu hanya datang kesini ya, hanya datang kesini serta melihat berbagai persoalan perbatasan, pulang menganggap seolah-olah itu sudah selesai. Pemerintah tidak hadir di perbatasan, Nah itu, ingat pertanyaan berikutnya, kami ini orang Indonesia atau bukan?. Untuk itulah pembangunan infrastruktur juga bagaimana membangun sebuah kohesifitas, sehingga kebangsaan kita akan semakin kuat, “kata mantan Panglima TNI tersebut.

“Berikutnya yaitu dari sisi aspek pertahanan dan keamanan bahwa suatu bangunan infrastruktur sangat erat kaitannya dengan memperhatikan aspek-aspek pertahanan dan keamanan.
Bisa dibayangkan, sebuah wilayah nanti menjadi perebutan di wilayah Indonesia tapi kita sendiri tidak punya akses sebagai jalan terdekat menuju kesana. Maka logistik yang akan dikirimkan kepada pasukan-pasukan yang sedang bertempur mengalami hambatan, bayangkan di negara kita sendiri seperti itu, “tutup Moeldoko. (Pras)