oleh

Marhaban Ramadhan Wassalam Corona Banyuwangi

Spread the love

Seperti halnya masyarakat Banyuwangi pada umumnya, setiap datangya bulan suci Ramadhan senantiasa disambut dengan menggelar tradisi Megengan. Diambil dari Wikipedia kata megengan berasal dari bahasa jawa yang artinya adalah menahan, ini merupakan tanda bahwa sesaat lagi kita akan memasuki bulan suci ramadhan dimana umat Islam diwajibkan berpuasa yakni menahan untuk tidak melakukan perbuatan yang dapat menggugurkan ibadah puasa tersebut. Tradisi megengan biasanya disertai dengan berbondong bondong untuh berziarah kubur, membersihkan serta menaburi bunga di pusara makam dan ada juga yang berdoa dengan membaca yasin dan tahlil. Megengan dalam istilah lain masyarakat Banyuwangi adalah Penampan. Selain kegiatan ziarah kubur acara megengan juga di isi dengan kegiatan selamatan atau tasyakuran yang dilakukan di masjid maupun musholla sebagai wujud syukur akan datangnya bulan suci Ramadhan.

IMG-20210413-WA0024

Adapun acara megengan atau penampan ini, di masing masing tempat berbeda ada yang membuat semacam ancak yang terbuat dari bahan batang pohon pisang yang diisi dengan menu makanan yang nantinya disajikan dan disantap beramai ramai selepas ibadah sholat Maghrib. Namun acara megengan atau penanmpan ini tidak mesti disajikan dengan menggunakan bentuk ancak atau bentuk makanan yang di sajikan dalam kemasan piring. Seperti yang dilakukan oleh Takmir Musholla Muhammad Ishak Perum Villa Brawijaya RT. 03 RW. 02 Kelurahan Kebalenan Banyuwangi ini, dalam rangka menyambut datangnya bulan suci Ramadhan 1442 H ini, Takmir menghimbau kepada warga, bagi yang memiliki kelebihan rizki untuk membawa Nasi Kotak sebanyak anggota keluarga.

IMG-20210413-WA0023

Bagi yang mempunyai kelebihan rizki membawa nasi kotak (sebanyak anggota keluarga), kata H. Maulana, ST selaku Sie Keagamaan dalam surat undangannya.
Yang menarik dalam acara megengan atau penampan yang diselenggarakan pada hari Selasa (13/04/2021) selepas ibadah sholat Maghrib tersebut. Takmir Musholla MUHAMMAD ISHAK juga mengusung pesan dalam sebuah banner berukuran 4 x 1 yang bertuliskan MARHABAN RAMADHAN WASSALAM CORONA dimana memiliki makna semoga dengan datangmya bulan suci Ramadhan tahun ini, juga disertai dengan hilangnya wabah corona yang sudah satu tahun lebih melanda di hampir semua belahan dunia. Selain itu, Ustadz Ahmad Sukardi, S.Pdi yang dihadirkan oleh takmir sebagai pembicara pada malam itu berpesan dengan datangnya bulan suci ramadhan ini, dapat beribadah dengan ikhlas mencari ridho Alloh SWT.

“ Monggo pramilo dengan datangnya bulan suci romadhon ini, kita ibadah ikhlas mencari ridho Alloh untuk mensucikan hati kita agar supaya mbenjang ketika sampun di akhir bulan suci romadhon, kito sedanten tergolong ing meniko hamba ingkang taqwa dihadapan Alloh SWT. Lan mugi mugi ketika malaikat Izroil menghampiri kita, malaikat Izroil mencabut nyawa kita, kito sedoyo saget ngaturaken kalimat thoyibah nggeh meniko Lailahaillallah Muhammadarrasulullah. Kito sedoyo saget sedo dalam keadaan husnul khotimah, pesan Ust. Ahmad Sukardi.
Untuk diketahui, acara ini diikuti oleh semua warga Perum Villa Brawijaya mulai dari Bapak bapak, Ibu ibu hingga Remaja dan Anak anak dengan tetap menjaga Prokes. Acara yang berlangsung sekitar 20 menit tersebut diakhiri dengan doa yang dibacakan oleh Ustadz Ahmad Sukardi, S.Pdi kemudian dilanjutkan dengan makan bersama sambil menunggu waktu ibadah sholat Isya dan ibadah sholat Tarawih dengan berjamaah. (Pras).