BANYUWANGI – Aksi peghadangan truk pembawa logistik milik PT BSI Tambang emas yang dilakukan oleh 7 Kepala Desa tersebut bertujuan meminta kopensasi berupa uang yang dulu pernah diberikan dan kini tidak lagi ada.
Ke 7 Kepala Desa yang melakukan pemblokadean jalan raya itu adalah Kepala Desa Sukorejo, Kepala Desa Kebondalem, Kepala Desa Sambimulyo, Kepala Desa Sambirejo, Kepala Desa Ringintelu, serta Kepala Desa Kesilir dan Kepala Desa Seneporejo.
Selain 7 Kepala Desa, warga sekitar juga ikut dalam aksi tersebut mereka memblokade jalan raya agar kendaraan milik PT BSI tidak bisa melanjutkan perjalanan.
Aksi protes tersebut berlokasi di jalan raya Pesanggaran tepatnya di perempatan pasar Desa Sambimulyo Kecamatan Bangorejo pada hari senin lalu (12/04) pukul 22.00 wib.
Mereka menuntut kepada pihak PT BSI agar didesanya mendapat kopensasi seperti yang diterimanya pada tahun 2017 lalu. Sebab mulai tahun 2017 sampai kini Desa yang masuk ring 2 dan 3 tidak lagi mendapatkan kopensasi.
Selang beberapa jam jalan mulai normal kembali dan truk truk pembawa logistik milik PT BSI sudah bisa melanjutkan perjalanan kembali, sebab perwakilan dari PT BSI menemui para Kades dan membicarakan keinginan kepala desa yang berharap mendapat kopensasi.
Kades Sambimulyo Andik Santoso, mengatakan aksi yang dilakukan, mereka menuntut kompensasi dari pihak PT BSI kepada setiap desa.
“Aksi ini bentuk protes kita kepada PT BSI, sudah seharusnya kita dapat kopensasi dari PT BSI sebab selain wilayah kita dilalui armada mereka kita masuk wilayah ring 3.” Tegasnya.
Hasil musyawarah, kata Andi .” Pihak PT BSI bersepakat, asalkan kita mengajukan persyarakat berupa proposal disetiap desa masing – masing.” Jelasnya.
Andik menambahkan jika pihak PT BSI ternyata bohong tidak merespon usulan kita, kami bersama masyarakat yang jelas akan menghadang lagi armada logistik PT BSI di tempat yang sama.”ujarnya.
Sementara, Kades Kandangan Riono yang ikut bermusyawarah menyampaikan bahwa kapasitasnya hanya menjembatani antara desa-desa yang ada diring 2 dan 3 dengan PT BSI.
“Kita hanya menjembatani mereka, dan hasilnya para kades disuruh mengajukan proposal.” Ucapnya. (Din/Rny)


Komentar