oleh

Sinau UMKM Binaan Komunitas Gotong Royong ’45 di D’Lakon

Spread the love

Apa bedanya UMK, UKM & UMKM? Pertanyaan dari Mentor UMKM Naik Kelas Yeti Chotimah yang tàk bisa dijawab 17 pelaku UMKM binaan Komunitas Gotong-royong’45 dan Sinergi Media saat sinau di Forum Gesah D’Lakon (FGD), Minggu 2 Mei 2021 memaknai Hari Pendidikan Nasional.

Yeti Chotimah yang juga guru dan seniman teater serta penulis ini lantas jelaskan perbedaan Usaha Mikro Kecil (UMK) Usaha Kecil Menengah (UKM) serta Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) berdasarkan jumlah pekerjanya hingga omset modalnya.

Diterangkan lagi soal pedagang kaki lima, pengrajin dan pengepul yang pasarkan produk UMKM.

IMG-20210503-WA0005

“Kami sedàng ikhtiar bagaimana hasil karya UMK yang mengisi pusat oleh-oleh maupun hotel berbintang dengan sistem beli langsung, bukan konsinyasi, selama ini pengusaha besar kok dimodali pelaku usaha mikro ?” tanya mentor lagi yang disambut tepuk tangan sambil manggut-mangut seakan baru menyadari sikon salah kaprah. Yeti juga menambahkan tentang materi keamanan keuangan digital, pemanfaatan dana CSR bina lingkungan perusahaan besar dan BUMN serta menangkap peluang gerakan belanja ke UMKM.

“Apa maksud UMKM Naik Kelas?” Kali ini pertanyaan dilontarkan narasumber Fendi Felani, kreator konten medsos, selaku marcomm Warung D’Lakon yang lokasinya tepat di depan pintu masuk Kantor Bupati Banyuwangi. Dijawab oleh audiens dengan meningkat manajemen, profesional, omset, serta sertifikasi ijin maupun halal sebagaimana dijelaskan narasumber sebelumnya.

“Satu lagi, meningkat kesejahteraan kita hingga bisa berbagi hingga kebahagiaan membawa keberkahan bersama, ” tambah lelaki kelahiran Mandar dan alumi SMK Gajah Mada yang lama tinggal di Ibu Kota hingga dapat jodoh neng geulis Bogor.

IMG-20210503-WA0006

Fendi berharap Pemerintah bila melakukan pelatihan hendaknya tuntas hingga mahir mengemas, difasilitasi sarpras usaha hingga pemasaran. “Peserta juga jangan sekedar absen dan terima sangu lalu tidur. Ikutlah asosiasi sesama pelaku usaha dan berserikat seperti koperasi hingga pesan kemasan dan kembangkan marketplace lebih murah dàn mudah dengan kebersamaan. Maka percaya diri akan kuunggulan produk kita lebih meningkat!” sarannya sambil menawarkan ke peserta untuk kirim anak atau keponakannya sebanyak 10 orang yang minat IT untuk dilatih gratis 8 kali tatap muka dengan materi desain grafis, fotografi,video serta ilmu jurnalistik dari redaksi Majalah Keboendha.

Sementara itu, Ketua UMKM Sinergi Gotong Royong’45, Oktarina sampaikan sudah koordinasi dengan Dinkes untuk ikut diklat kesehatan pangan sebagai syarat urus PIRT anggotanya, penawaran parsel lebaran tembus 45 paket mulai yang harga 75 ribu hingga 250 ribu dan mau gelar workshop Mbangun Kopi untuk pelaku Cafe maupun rosting kemasan bulan depan.

“Gerakan ASN belanja UMKM yang digalakkan Bupati Ipuk juga kami sambut dengan buka lapak di depan Warung D’Lakon yang beri ruang fasilitas cuma-cuma untuk memudahkan pegawai pemda belanja ke kami, ” ungkap ibu satu anak pemilik nomer WA 081234511599 sambil senyum.

Usai sinau FGD dilanjutkan rekaman podcast channel Sinergi Media dengan manager Hadi Planet Purwanto tentang materi Mentor UMKM Naik Kelas serta Kiat Ibu Yang Kreasi Di Masa Pandemi.

“Mari belanja ke UMKM, cintai produk lokal untuk kebangkitan ekonomi nasional..merdeka, ” pungkas Host Puji Winarsih yang diffabel kaki mengakhiri ngobrasnya.(Aguk).