Di hari ke tujuh meninggalnya KH. Agus Sunyoto , Senin 3 mei 2021 bertempat di Aula PCNU jalan Ahmad Yani Banyuwangi melaksanakan tahlilan sebagai penghormatan kepada Ketua Lesbumi PBNU Pusat
Tahlil yang dirangkai dengan buka bersama ini diselenggarakan oleh Lesbumi PCNU Banyuwangi ini dimulai pada Jam 16.00 dengan diawali pembacaan doa dan tahlil untuk almarhum yang dipimpin oleh Gus Hilmy Mustofa, putra KH. Abd. Gofar
Meski berjalan dengan sederhana, acara tersebut juga menjadi ajang silaturahmi pengurus Lesbumi Banyuwangi dengan beberapa banom NU dan budayawan lainnya di Banyuwangi.

Berdasarkan catatan Wikipedia, KH Agus Sunyoto, M.Pd. lahir di Surabaya, 21 Agustus 1959, atau saat ini berumur 62 tahun.
Pendidikan formal ia dapatkan dari SMAN IX Surabaya, kemudian dilanjutkan di Jurusan Seni Rupa, Fakultas Keguruan Sastra dan Seni, IKIP Surabaya dan lulus pada 1985.
Ia melanjutkan program magister di jurusan Pendidikan Luar Sekolah IKIP Malang lulus pada 1989. dari berbagai guru dan pesantren.
KH Agus Sunyoto dikenal sebagai seorang penulis, sejarawan, dan salah satu tokoh Nahdlatul Ulama.
Saat ini ia menjabat sebagai ketua Lembaga Seni Budaya Muslimin Indonesia (Lesbumi) PBNU.
Salah satu karya fenomenalnya adalah buku Atlas Wali Songo yang mengisahkan penyebaran agama Islam di Nusantara yang tokoh-tokohnya nyata dan bukan legenda.
Buku tersebut telah dinobatkan sebagai buku nonfiksi terbaik pada 2014.
Helmy mendoakan, semoga amaliah almarhum dibalas limpahan samudera maghfirah, rahmat, inayah, ridho Allah SWT. Selain itu, semoga almarhum juga mendapatkan syafaat Rasulullah Saw.
“Semoga, Almarhum Khusnul Khotimah,” kata Gus Hilmy
KH. Agus Sunyoto dalam bukunya menyimpulkan bahwa wali songo merupakan fakta sejarah yang benar-benar ada dan bukan merupakan cerita fiktif atau bukan hanya dongeng belaka seperti yang hendak di kaburkan oleh sebagian kelompok.
“KH. Agus Sunyoto benar-benar mampu membuktikan dengan bukti-bukti kongkrit dan menjadi fakta bahwa wali songo itu ada, “kata Gus Hilmy
Buku tersebut telah dinobatkan sebagai buku nonfiksi terbaik pada 2014.
Hilmy mendoakan, semoga amaliah almarhum dibalas limpahan samudera maghfirah, rahmat, inayah, ridho Allah SWT. Selain itu, semoga almarhum juga mendapatkan syafaat Rasulullah Saw. “Semoga, Almarhum Khusnul Khotimah,” doanya.
Tahlil 7 harinya ini sebagai bentuk penghormatan kepada mendiang, KH. Agus Sunyoto telah tutup usia untuk selamanya, pada Selasa 27 April 2021 lalu. Beliau sudah tenang di alam sana. Banyak ucapan belasungkawa yang disematkan atas kepergiannya.
“Semoga acara tahlil ini sebaga ikhtiar kirim doa semoga arwah almarhum ditempatkan disisi terbaik oleh Allah swt dan keluarga yang ditinggalkan selalu tegar diberi ketabahan dan kekuatan oleh Allah swt,” ujar Gus Hilmy.(Ilham Triadi)


Komentar