oleh

Kelulusan Siswa-Siswi SMAN 1 Giri di Masa Pandemi

Ungkapan syukur kelulusan siswa-siswi SMAN 1 Giri di masa pandemi dan nuansa Ramadhan, ditandai dengan mematuhi ketentuan dari sekolah. H. Mujib, S.Pd., M.M., kepala SMAN 1 Giri Taruna Bangsa mengeluarkan Surat Edaran untuk tidak mengadakan aksi corat coret dan menghimbau untuk mewujudkan rasa syukur dengan cara berbeda yaitu dengan berbagi. Hal ini sangat disambut baik oleh semua siswa dan orang tua, utamanya Kelas XII IPS 3 yang siap menyerahkan sembako seikhlasnya.

”Ucapan terima kasih bapak ibu paguyuban mendukung ketentuan sekolah dan memutuskan bahwa kelas kita silaturahmi dan berbagi ke tetangga yakni asrama SMPNLB, ” ungkap wali kelas XII IPS 3, Rina Kartika, S.S., M.Pd yang berbusana adat usai upacara Hardiknas saat membagi raport dan Surat Keterangan Lulus di kelas Multimedia. Tentang rencana kegiatan tersebut sebelumnya juga sudah disampaikan dan dimusyawarahkan di grup WA murid dan paguyuban.

Kesempatan berbagi diwujudkan Jumat, 7 Mei 2021 sembari menikmati penampilan musik Al Mumtaz yang terdiri dari guru dan peserta didik SMPNLB.

“Terima kasih atas niat baik dan semoga diterima hajat baiknya termasuk yang mau menuntut ilmu ke perguruan tinggi. Yang dibawa pasti bermanfaat dapat menjadi ladang pahala. Sehari-hari normalnya ada sekitar 17 anak asuh dan karena tak banyak yang tahu kalau di SMPNLB ada anak kebutuhan khusus yang inap karena sikon.Hingga guru dan sejawat yang sering turun tangan sebagai pengasuh asrama. Semoga jadi ladang pahala kita semua, ” tutur Wakasek SMPNLB Drs. Jarot Prasetyo dalam sambutan hangatnya.

Dibalas dengan antusias juga oleh Ketua Kelas, Dafa Lakunda ,”Saya sebagai perwakilan dari teman-teman yang berasal dari SMAN 1 GIRI TARUNA BANGSA khususnya kelas XII IPS 3 ingin mengucapkan terima kasih tak terhingga karena kami telah di ijinkan untuk berada di sini bersama keluarga besar SMPNLB semua dan membolehkan teman kami Lala dan Rama menyanyi diiringi grup band istimewa Al Mumtaz, dan semoga apa yang kami bagikan tidak dilihat nilai dan bentuknya, ini tanda kami bersyukur kepada Tuhan atas kelulusan kami, bersyukur atas semua yang Tuhan beri dan juga terima kasih untuk seduluran dengan semuanya, “ungkapnya.

Kepada media ini Nurul Imam, S.Pd. guru agama honorer yang tuna netra jelaskan di SMPNLB ada kelas Tuna Netra,Tuna Rungu,Tuna Daksa dan Tuna Grahita sekitar 60 siswa. Ia berdoa pandemi berakhir dan pelajaran tatap muka bisa normal lagi.

“Yang ndak cacat saja sambat apalagi kami yang penuh keterbatasan untuk daring dan sekolah online termasuk manual pakai masker, ” ungkap putra Bangsring yang kreatif jadi youtuber di kala pandemi sembari ingat masa sekolah di SDLB, SMPN 1 Glagah dan MAN ini tinggal di asrama YKPTI depan SMAN 1 Giri.

Sementara itu siswi XII IPS 3,AS.Zulfa Nurkholishoh yang kenal dengan beberapa guru dan siswa SMPNLB karena menjadi relawan mitra difabel Komunitas Aura Lentera dan Gotong-royong’45 ungkapkan bila di sekolah banyak peras otak, saat bergaul dengan kaum difabel atau yatim piatu adalah memperhalus kalbu yang bisa tumbuhkan empati kemanusiaan. (Leo D’Lakon & Bung Aguk)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *