Ada sesuatu yang unik mungkin tidak ada di daerah lain selain di Dukuh Talun Jeruk Dusun Kampung Baru Desa Glagah Kecamatan Glagah Kabupaten Banyuwangi. Pada waktu hari raya Idul Fitri dalam hubungan sosialnya menerapkan apa yang dinamakan saling memberi dan menerima antara sesamanya, dan ini telah menjadi budaya turun-temurun bahwa di daerah Dukuh Talun jeruk Dusun Kampung Baru Desa Glagah bahwa di hari raya mereka Saling bersilaturahmi saling berkunjung mengunjungi antara satu dengan lainnya.
Dalam silaturahmi di hari Raya Idul Fitri di tampat ini terbagi dua, waktu hari raya ke-1 sampai ke-7 itu digunakan semaksimal mungkin oleh para warga muda-mudinya dan serta anak-anaknya untuk mengunjungi para orang-orang tua dengan membawa sebuah hadiah bingkisan. Setiap keluarga yang membawa anak-anaknya kepada orang tua atau mungkin Paman Pak De atau mungkin sanak saudaranya yang lain yang lebih tua mereka berkunjung dan membawa bingkisan itu dengan membawa anak-anaknya kepada orang yang lebih tua bersalam-salaman duduk menikmati kue sambil menyerahkan bingkisan yang dibawanya sambil mengobrol panjang lebar kemudian pamitan, keluarga yang dikunjungi sebuah memberikan sebuah hadiah kepada keluarga tersebut dan anaknya diberikan angpao minimal Rp 10.000 sampai Rp 25.000.
Seperti apa yang diceritakan oleh seseorang janda yang hidup sendiri saja adalah biasa dipanggil Mak Tik, dia mengatakan bahwa budaya saling memberi atau barter kado/hadiah tersebut sudah lama terjadi di Dusun atau di di kampungnya, hal itu dijalaninya dengan gembira saja walaupun banyak pengeluaran terjadi dalam rangka hari raya tersebut akan tetapi antisipasi dalam rangka hari raya tersebut sebelumnya atau 4 bulan sebelumnya mereka sudah menabung atau sudah mengumpulkan uang.
“Untuk memeringati hari raya Idul Fitri ini minimal kita harus menyiapkan uang Rp 3.000.000 yang dikumpulkan bekerja di sawah atau di ladang walaupun itu sendiri atau Janda tetapi mereka dapat memenuhinya, “kata Mak Tik.
Tokoh adat Dukuh Talun Jeruk Sanusi Marhaedi juga mengatakan bahwa budaya tersebut sudah turun-temurun mulai dari zaman dahulu dan tidak bisa dirubah sampai sekarang, budaya itu termasuk sangat baik sekali karena apa di hari raya tersebut dalam melimpahkan kegembiraan mereka saling memberi dan menerima yaitu bertukar hadiah antara yang tua dan yang muda biasanya itu kalau hari raya 1 sampai 7 hari itu banyak dilakukan oleh anak-anak muda yang punya anak-anak kecil di bawahnya, sedangkan untuk nanti orang-orang tua akan melakukan anjangsana atau silaturahmi setelah hari raya ketujuh isi kado tersebut biasanya gula pasir, sabun, dan mie instan.
“Mereka juga bersilaturahmi kepada kakak saudara atau mungkin yang lebih tua atau yang tua yang mudah menuju ke yang tua juga dengan bawa hadiah nantinya juga mereka kalau sudah pulang mereka juga akan diberi hadiah, “jelas Sanusi.
Begitu yang namanya semangat sosial tinggi itu terjadi sudah lama di Dusun Kampung Baru yang lebih tepatnya di Dukuh Talun Jeruk tersebut yang dijalaninya selama ini dengan gembira tanpa ada perasaan terbebani.(Solihin)


Komentar