oleh

PAGUYUBAN KB LESTARI PEMBAURAN BLAMBANGAN TETAP SILATURAHIM

Kunjungan kafilah pembauran wong Blambangan 38 tahun lalu ke Kepala BKKBN Dr. Hayono Suyono dan Presiden Soeharto di Istana Jakarta terus terkenang dan jadi kebanggaan nenek-nenek yang hari ini menikmati tumpeng nasi kuning dan puding merah putih tasyakuran 85 tahun di Waroeng D’Lakon Jl. Borobudur 4 Banyuwangi. Kala itu, Kantor BKKBN Banyuwangi yang dimotori penyuluh HM. Eko Susanto membawa kader dari berbagai suku seperti Madura, Jawa, Bali dan etnis seperti Cina, Arab, India serta seniman Osing untuk kunjungan ke paguyuban pembauran juga di ibukota. Rombongan ada yang naik kereta api dan bus. Persiapan ke Jakarta dengan latihan paduan suara lagu Umbul-umbul Blambangan dan special untuk acara anjangsana ini tema KB karya M. Basyir dan Andang CY “wong lanang wadon hang wis podo laki rabi eman….”yang gamelannya digarap H. Sutejo Hadi dan Sayun Sisiyanto. Wiyogo juga iringi penari pelajar untuk menari jejer gandrung,padang ulan dan jaran goyang.Penari pelajar kala itu juga banyak yang sudah jadi nenek, seperti Hj. Retno Herlina Kosgorowati (57) yang sore tadi juga hadir.

IMG-20210604-WA0062

“Dulu orang ikut KB dipaksa sekarang sudah banyak yang sadar mandiri, ” ungkap Bu Siti Chotijah, pensiunan penyuluh KB seraya terima kasih ke para ibu terus kampanye KB dengan gotongroyong penuh guyub.

IMG-20210604-WA0063

“Kami tak bisa banyak bicara…haru…bersyukur..sabar…ingat latihan rutin di rumah Mas Soepranoto…ingat almarhumah Bu Pran serta mayoritas kafilah yang mendahului kita, ” dengan mata berkaca-kaca seraya rutin– sebagaimana tiap pertemuan bulanan membagikan fotocopy amalan ijazah..kali ini dari K.H Ma’shum Syafi’i, Hj. Siti Sus Sulastri.
Iya, sepulang dari Jakarta, mereka terus merajut kebersamaan dengan pertemuan bulanan tiap tanggal 3 ditandai arisan anjangsana sewindu terakhir ini ditambahi orang yang tak ikut ke Jakarta. Dan saat pertemuan 3 April di rumah Bu Sudarsih pensiunan guru di Jl. Majapahit, disepakati karena sudah sepuh dan anggota tinggal 17 serta tiap pertemuan ada saja yang tak datang karena sakit, terlebih situasi pandemi, maka pertemuan rutin bulanan ditiadakan bersamaan putaran arisan berakhir. Namun bila ada yang punya hajat monggo kumpul-kumpul lagi tapi tanpa arisan. Maka disepakati ketemu momentum halal bihalal sekaligus tasyakuran ulang tahun ke 85 Ketua abadi seumur hidup Paguyuban KB Lestari Pembauran Blambangan, Hj.Wahyuni Oneng Soedarsono Pr. Ya, sejak dibentuk hingga paripurna, ketuanya tetap walau sekretaris dan bendahara sering berganti.”Merdeka” pekiknya awal sambutan istri veteran perang 10 Nopember ini yang juga Ketua Wanita Kosgoro dan PKK RT.

IMG-20210604-WA0061

“Inginnya ketemu terus….tak temu sebulan terasa lama…namun ruang dan waktu tetap ada batasnya. Bagaimana tetap sehat bahagia dengan ibadah ke Tuhan dan sesama maupun alam.Semoga kita keluarga besar KB Lestari dan anak cucu cicit buyut bisa berkumpul di surga, ” tuturnya. (Bung Aguk)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *