BANYUWANGI – Lonjakan Virus corona (covid – 19) di Banyuwangi tak juga surut. Ledakan kasus beberapa minggu terakhir mengakibatkan Tanah Blambangan berstatus zona merah.
Bahkan saat ini Banyuwangi mendapatkan 14 Klaster penyebaran yang luar biasa, Diantaranya, tiga klaster ziarah makam Walisongo, tiga klaster Puskesmas, tiga klaster Pondok Pesantren, dan tiga klaster hajatan, satu klaster masjid, satu klaster peti buah.
Berdasarkan informasi COVID-19 Banyuwangi sudah ada 7.432 warga yang terpapar virus corona. Saat ini yang sudah sembuh 6425. Yang sedang dirawat di RS Rujukan 105. Sementara pasien meninggal mencapai 747.
Kepala Dinas Kesehatan Banyuwangi dr Widji Lestariono, saat dikonfirmasi wartawan, Menyebut ada lonjakan kasus signifikan.
“Beberapa minggu terakhir memang terjadi lonjakan kasus signifikan. Termasuk pasien yang meninggal dunia,” ujarnya.
“Banyaknya klaster semakin meyakinkan kita bahwa kerumunan dan mengabaikan protokol kesehatan menjadi sumber penularan COVID-19,” kata pria yang juga menjabat juru bicara Satgas COVID-19 Banyuwangi ini.
Wiji menambahkan,” Yang paling banyak warga terpapar virus yakni Kecamatan Purwoharjo, Licin, Blimbingsari dan Tegaldlimo. Di Banyuwangi belum ada indikasi varian baru.” Tambahnya.
Satgas COVID-19 Banyuwangi, kata Widji, sebenarnya sudah berupaya secara optimal untuk memutus mata rantai virus corona. Mulai dari memperluas tracing, pemberlakukan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) mikro, termasuk operasi yustisi hingga mempercepat proses vaksinasi.
Sayang, di lapangan masih banyak ditemukan masyarakat yang abai terhadap protokol kesehatan. “Untuk itu, kita terus melakukan edukasi kepada masyarakat akan pentingnya disiplin protokol kesehatan.” tutupnya.
Wiji berharap kepada masyarakat untuk menghindari kegiatan yg bersifat kerumunan seperti hajatan dan bepergian keluar kota apalagi secara bersama – sama dan jangan lupa selalu pakai masker.” Harapnya. (Han//JN).


Komentar