oleh

Makam Syech Datuk Datuk Abu Bakar bin Abu Bakar Bauzir Banyuwangi Ditutup

-Berita-1.501 views

Kegiatan berziarah ke Makam Syeh Datuk Abu Bakar bin Abu Bakar Bauzir yang terletak di tengah kota Kabupaten Banyuwangi-Jawa timur ditutup selama pemberlakuan Peraturan Penerapan Kegiatan Masyarakat (Mikro) karena Banyuwangi termasuk satu dari sekian Kabupaten di Jawa Timur yang masuk zona merah.

Area makam ditutup sementara guna untuk mencegah penyebaran wabah Corona, dan penutupan ini diberlakukan dari tanggal 03 s/d 20 Juli 2021. Abdul Munif Selaku pengurus Yayasan Makam mengatakan : “Penutupan ini bersifat sementara dan kita taati dan jalankan himbauan dari pihak Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Banyuwangi untuk meniadakan keramaian di area makam yang hampir tiap hari ramai dikunjungi oleh peziarah baik dari kota Banyuwangi sendiri maupun peziarah dari luar Kabupaten Banyuwangi. Apalagi pas Malam Jumat Legi, biasanya peziarah yang datang sekitar 3.000 orang dari Hari kamis Pagi sampak malam nya. Atas himbauan ini lalu pihak Yayasan Makam
berkoordinasi dengan seluruh pengurus untuk taat dan harus patuhi apa yang telah diinstruksikan Kapolri dan kita tidak mau melanggar nya,” katanya.

IMG-20210708-WA0039

Akses pintu Keluar masuk menuju ke Makam Syeh Datuk Abdurrachim di tutup, namun apabila ada Peziarah yang tiba tiba datang dari luar daerah, pihak Pengurus masih memberikan kelonggaran untuk melakukan doa dan tahlil di luar area makam. Sementara itu ada juga para peziarah yang memilih untuk kembali setelah membaca pengumuman penutupakan sementara yang di pasang di luar Makam. Ustad Salim selaku petugas yang membawakan do’a dan tahlil setiap malam Jumat, mengatakan : bahwa pihaknya tak kuasa melarang peziarah yang datang untuk berziarah, namun pihak pengurus makam tetap melakukan pembatasan jarak agar peziarah tak berkerumun, wajib cuci tangan sebelum masuk area makam, dan wajib ber masker.

“Untuk sementara di masa Pandemi ini, pihak pengurus makam, melarang apabila ada peziarah menginap, ‘kata nya.

Lebih lanjut Abdul Munif menambahkan bahwa penyemprotan disinfektan rutin dilakukan secara berkala, serta disediakan fasilitas cuci tangan dan hand sanitizer. Sebelum mengakhiri, beliau menambahkan bahwa penutupan Makam Datuk Abdurrachim bagi para oeziarah ziarah sangat berdampak bagi warga sekitar yang berprofesi sebagai pedagang yang membuka lapak di sekitar area makam.
(Hariyanto)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *