Mengikuti doa khusus lintas agama untuk bangsa agar segera keluar dari pandemi, sambil memuaskan kegemaran bertualang khususnya di malam hari.Memanfaatkan momen bulan Sura mengikuti ritual lintas agama Islam, Hindu, Katolik, Kejawen, Kapitayan di Taman Nasional Alas Purwo. Tujuannya ke goa-goa yang dianggap memiliki nuansa mistis tinggi, seperti Goa Padepokan, Goa Mayangkoro, Goa Istana, Sendang Srengenge dan hutan lebat di sekitar lokasi 43.000 hektar. Benar-benar tempat yang dapat menginspirasi cerita-cerita mistis, sejatinya memang dahulu hutan ini menjadi tempat orang tertentu yang dianggap keramat karena sering dijadikan lokasi semedi untuk mengasah mata batin, menguatkan kesaktian ilmu kanuragan atau bagi mereka yang melepaskan diri dari kehidupan duniawi.

Berharap semua doa dan permohonan bersama seluruh umat beragama akan menjadi kenyataan.
“Mari kita siapkan mental dan spiritual kita untuk menghadapi pandemi , dengan harapan akan menjadi lebih baik lagi dari sebelumnya, dengan harapan melalui doa bersama lintas agama akan memberikan nilai yang baik di Alas Purwo, “ajak Mbah Saimin pemimpin ritual malam itu.
Sepuluh orang yang melakukan doa bersama merupakan ibadah yang universal sangat berharap agar doa bersama lintas agama ini berlangsung sederhana dengan penerapan protokol yang sangat ketat. Tak lebih dari 10 orang yang mengikuti acara itu, dilandasi keprihatinan akan kondisi bangsa dan negara yang masih dirundung pandemi Covid-19, mereka ini dari lintas profesi, budaya dan agama berinisiatif menggelar kegiatan doa bersama lintas agama, berharap langkah kecil ini menjadi ikhtiar batiniah dalam menghadapi pandemi Covid-19 yang akhir-akhir ini menunjukkan peningkatan penyebarannya.

Doa bersama malam ini adalah ikhtiar batiniah kita bersama, pasalnya tiada yang bisa membantu kita selain Tuhan penguasa alam semesta. Tentunya ikhtiar lain berupa mentaati protokol kesehatan.
Meski bahasa dan cara berdoa yang berbeda, namun tujuannya hanya satu, berharap Indonesia terbebas dari pandemi covid 19. Mereka berdoa dengan khidmat dan khusyuk sesuai agama dan kepercayaan masing -masing. Tak ada perbedaan dalam
Acara doa bersama lintas agama itu sengaja digelar di Alas Purwo ini , untuk meminta pertolongan dari Sang Pencipta yang maha welas asih. Sebab saat ini, Bangsa Indonesia tengah dilanda pandemi covid yang berkepanjangan . Kita sudah melakukan ikhtiar lahir, saat pandemi kita berikhtiar mengelola dengan baik, PPKM dilakukan dan terus dilakukan. Selain itu, doa bersama tersebut juga sebagai penyemangat persatuan dari seluruh kekuatan yang ada.
“Kita sebagai umat yang lemah, maka harus berdoa kepada Sang Pencipta. Selain upaya lahir sudah dilakukan, kita sekarang batinnya harus didorong. Mudah-mudahan kita diberi kekuatan agar bencana ini segera berakhir. Pandemi yang berkepanjangan terjadi tidak hanya menyerang satu golongan, melainkan semuanya. Dengan merawat budaya dan tradisi, doa lintas agama dan lintas iman ini diharapkan mampu membebaskan Indonesia dari segala macam bencana. Dengan harapan, musibah yang terus melanda termasuk pandemi Covid-19 bisa segera diangkat dari bumi pertiwi. Aamiin …..(Ilham Triadi)


Komentar