oleh

PERUSAHAAN MEBEL KEMBANG KEMPIS DI SAAT PANDEMI COVID-19

Salah satu UMKM yang bergerak di bidang mebel ramah lingkungan yang berlokasi di Kelurahan Pengantigan Kecamatan / kabupaten Banyuwangi-Jatim mampu bertahan walau pandemi Covid-19 sedang melanda negeri Indonesia sejak akhir tahun 2019. Akibat dari pandemi yang tiada reda, pesanan produk mebel baik pesanan dari dalam negeri maupun pesanan dari luar negeri menurun sampai 75 persen dibanding sebelum masa pandemi covid-19.

Beragam produk hasil kerajinan kayu ini adalah produk yang sudah di order, dan hasil kerajinan ini merupakan produk yang berbahan ramah lingkungan.
Pemilik mebel UD “ESA”, Haji Nanang Ismanto yang mendirikan perusahaan ini sejak tahun 2000 mengatakan kepada redaksi (26 agustus 2021) bahwa pada awalnya fokus pada pasar ekspor melalui pihak ke tiga yang berdomisili di Bali. Perusahaan ini memproduksi berdasar orderan dan hampir 100 persen produknya dijual ke luar negeri sedang yang dijual di dalam negeri hanya sekian persennya saja.

Lebih lanjut beliau menuturkan bahwa : “Untuk menjual hasil produksi nya ke luar negeri, perusahaan ini memperoduksi berdasar atas orderanan dari pihak ke tiga dengan sistim pembayaran uang muka dan jangka waktu produksi yang telah ditentukan sebelumnya, “tuturnya.

IMG-20210827-WA0013

Berbekal jaringan yang dibangun sejak berdiirinya, saat ini perusahaan mebel ramah lingkungan asal Banyuwangi ini mampu bertahan di masa pandemi Covid-19 dan bisa memberikan lahan pekerjaan bagi sejumlah pegawainya, hingga saat ini UD “ESA”. sudah menjual produk mebelnya ke berbagai negara dan juga menjual produk nya di dalam negeri berdasar pesanan.

Agar tetap bertahan di industri mebel, sejumlah inovasi pun terus dilakukan oleh UD “ESA”, baik dari sisi desain produk dan perusahaan merekrut tenaga milenial, karena desainnya diharapkan dapat memenuhi selera pasar dan sesuai dengan perkembangan jaman. Dari sisi harga, Haji Nanang mengaku belum akan menaikkan harga jual produk mereka, kendati ada sejumlah komponen dan bahan baku yang mengalami kenaikan. Beliau mempertimbangkan bahwa harga yang berlaku saat ini, adalah kesepakatan dengan Pihak ke tiga selaku pengorder, sementara kenaikan harga ditakutkan justru akan merusak kerjasama yang telah lama terbangun diantara mereka.

UD “ESA” berkomitmen untuk selalu mensejahterakan pegawainya dan tidak mem PHK walau keadaan perusahaan tidak ramai orderan seperti sebelum masa pandemi covid-19.

Semoga wabah covid segera berlalu, dan perusahaan bisa bangkit lebih baik lagi sehingga bisa menambah pendapatan para pegawainya/para tukangnya yang penghasilan saat ini jauh berkurang.
(Hariyanto)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *