Pertemusn seluruh MGMP yang ada di Kabupaten Banyuwangi berlangsung serentak tanggal 7-8 September 2021. Kegiatan MGMP yang diinisiasi oleh Dinas Pendidikan Kabupaten Banyuwangi bertujuan untuk meng-update keilmuan dari guru agar lebih kompeten.
“Peningkatan kapasitas dari para guru melalui program fasilitasi MGMP mata pelajaran IPA, IPS, prakarya, Seni Budaya, PKN, PAI, Bahasa Inggris, Bahasa Indonesia, BK, PJOK serta Bahasa Jawa ini sangat membantu dan memotivasi guru sebagai peserta untuk lebih siap dan tangguh menghadapi pembelajaran di masa pandemi,” Ungkap Zaenal,S.Pd selaku ketua MGMP Mapel Matematika.

Pada kegiatan tersebut jumlah guru yang mengikuti kegiatan ini sebanyak 440 peserta. Setiap mapel diwakili oleh 34 orang, dimana tiap mapel kegiatannya ditempatkan di sekolah yang berbeda. Hal ini cukup mewakili guru se-Kabupaten Banyuwangi karena harapannya menurut Hafid,S.Pd Ketua MGMP mata pelajaran IPA “Seluruh guru yang mengikuti kegiatan MGMP kali ini dapat menjadi motor penggerak baik di dalam sekolah maupun di luar sekolah untuk bisa terus memotivasi seluruh guru juga peserta didik agar dapat melewati pandemi ini dengan lebih baik, kreatif,tangguh dan inovatif.”
Hal yang sama disampaiksan oleh Edy Siswanto,S.Pd selaku pemateri di mapel IPA “Bahwa pada dasarnya guru bertugas untuk menyiapkan langkah yang tepat bagi peserta didik yang akan hidup sekian tahun akan datang bagaimana mereka mampu menyelesaikan dan menghadapi permasalahan kehidupan saat ini dan kelak, “tuturnya.

Kegiatan 12 MGMP tetap ikhtiar mematuhi prokes. Salah satunya yaitu setiap MGMP ini tempatnya berbeda-beda sekolah dan wilayah. Mapel PAI pertemuannya berada di SMPN 2 Srono, Mapel Matematika dan BK di SMPN 2 Rogojampi, PJOK dan Seni Budaya di SMPN 1 Rogojampi, IPS di SMPN 1 Blimbingsari, Bahasa Jawa di SMP N 2 Gambiran, PPKN bertempat di SMPN Hadi Wijaya Genteng, Bahasa Indonesia berada di SMPN 1 Glagah, Bahada Inggris di SMPN 1 Kabat, IPA di SMPN 1 Genteng, mapel TIK ditempatkan di SMPN 1 Cluring, dan mapel Prakarya di SMPN 1 Muncar.
Kabid SMP Dinas Pendidikan kabupaten Banyuwangi, Drs. M. Alfian, M.Pd. menyampaikan bahwa “Kita tidak bisa memaksakan untuk murid bisa menjadi seperti guru karena kehidupan kita itu tidak sama dengan kehidupan saat ini dan akan ganti kita sebagai guru maupun pemimpin masa depan, “ungkapnya.

Masih dari mantan KS SMP Bustanul Makmur Genteng ini,”Manusia itu pada dasarnya seperti piramida. Guru memberikan mendasari keilmuan seluruh mata pelajaran diajarkan dan pada akhirnya ketika peserta didik itu menemukan karakter potensinya maka dia akan menjadi manusia yang fokus pada satu hal. Selanjutnya selaku guru IPA, matematika, IPS PKN dan sebagainya ini fokusnya hanya untuk satu mata pelajaran sehingga selaku guru pula perlu banyak memberikan simpati- empati kepada siswa bahwa guru itu hanya fokus pada satu mata pelajaran saja maka siswa itu fokus pada banyak mata pelajaran. Kita tidak tahu mereka kelak akan hidup di bumi yang mana sehingga mendasari dengan berbagai mata pelajaran itu perlu namun yang paling perlu lagi bagaimana mata pelajaran yang diberikan itu sangat membekas secara positif untuk untuk kehidupan mereka akan datang, “jelasnya.
Uniknya lagi pada MGMP kali ini materi yang disampaikan pada setiap mata pelajaran itu berbeda-beda. Pada kegiatan prakarya fokus pada karya. Kemudian untuk MGMP seni budaya ini melakukan kegiatan membuat tutorial Bagaimana cara mengolah video pembelajaran selanjutnya pada mata pelajaran IPA materinya ini bagaimana memanfaatkan fitur-fitur yang ada di internet dengan maksimal salah satu contohnya mentimeter kemudian top marker dan hal ini akan memudahkan mitigasi AKM siswa. Begitu juga ketika di PKN maka fokus pada media pembelajaran. Hal ini sangat membantu pendidik untuk memanfaatkan moment merdeka belajar.
“MGMP terbatas ini selayaknya terus dilakukan per tahun untuk monev dan ikuti perkembangan, ” menurut Deni, S.Pd salah satu guru yang sangat aktif dibidang tulis menulis serta dengan produk yang sudah banyak dan berkualitas.
“Peserta kegiatan MGMP sangat senang ketika diperbolehkan bertemu dengan sesama guru mata pelajaran karena hal ini akan sangat membantu untuk memotivasi Bagaimana menghadapi tantangan dan hambatan pembelajaran saat pandemi ini, ” Ungkap Syaiful, S.Pd ketua MGMP seni budaya yang juga sukses menjadi youtuber dan penggiat literasi Kuwung Sengker Blambangan sekaligus Dewan Kesenian Blambangan . (Yeti Ch)


Komentar