Komunitas Peduli Sampah Perumahan Brawijaya Regency yang berada di dua kelurahan terpisah,Bakungan-Glagah dan Kebalenan-Banyuwangi Kota, sore Sabtu sore (16/10/ 2021) kedatangan kunjungan persahabatan dari ibu-ibu Peduli Sampah dari Perumahan Puri Brawijaya Banyuwangi. Kunjungan ibu ibu di RT. 03 Perumusan Puri Brawijaya tersebut bermaksud untuk sharing program peduli sampah dengan komunitas peduli sampah yang ada di Perumahan Brawijaya Regency.
Ketua dan seluruh anggota komunitas peduli sampah Perumahan Brawijaya Regency menyambut gembira dan hangat kedatangan para tamu istimewa memakai seragam hijau sebagai simbul dari keasrian bumi yang menjadi harapan untuk bisa bersih dari sesampahan penyebab rusaknya alam dan satwa yg mulai punah karena kepanasan oleh pencemaran udara darat dan laut akibat sampah yang sudah tidak terkontrol lagi.

Acara sambut kenal persahabatan ini berlangsung hangat gayeng. Dialog dibuka oleh ibu Asmoro yang adalah ibu ketua PKK / RT.03 Perumahan Puri Brawijaya, ibu Asmoro menyampaikan maksud tujuan kunjungan ini untuk melihat langsung dan ingin mengosongkan gelas untuk menimba ilmu tentang pengelolaan sampah yang ada di Perumahan Brawijaya Regency, untuk kemudian ingin dilakukan juga di Perumahan Puri Brawijaya.
Ibu Deasy Setyaningrum, ketua Komunitas Peduli Sampah di komplek Perumahan Brawijaya Regency menyambut baik, dan kemudian memaparkan banyak hal bagaimana pengelolaan sampah ini dimulai.
Ibu Deasy mengatakan, Sudah sejak 2 tahun yang lalu kami memulai gerakan bersih dan peduli sampah ini, dimulai dari 3 anggota, dan Alhamdulillah sekarang sudah mencapai 33 anggota.

“Kami melakukan pemilihan, pemilahan, dan pengelolaan sampah ini dari yang sangat sederhana. Dan yang terlibat di dalam komunitas ini mulai dari anak-anak hingga ibu ibu dan bapak bapak. Alhamdulillah sekarang sudah MoU dengan Bank Sampah Banyuwangi untuk menabung sampah di BSB. Juga ada menabung Sampah tukar dengan koin emas mini murni 24 karat. Gerakan ini bermaksud menggugah warga untuk giat menabung dan menjadikan sampah sebagai salah satu cara untuk menambah income perekonomian keluarga, serta mengkondisikan dan mengupayakan zero waste di perumahan Brawijaya Regency ini, “tuturnya dengan senyum menyakinkan.
Sesaat setelah berbincang-bincang dan perkenalan persahabatan, ibu Deasy, dengan ditemani ibu Anastasia, serta anggota komunitas peduli sampah Perumahan Brawijaya Regency yang lain mengajak para tamunya untuk melihat secara langsung tempat sampah yang digunakan untuk memilah sampah organik maupun an organik.
Tidak lupa pula Bu Deasy juga mengajak untuk mencoba bagaimana membuat limbah sampah dengan tekhnik Eco print, Takakura, Eco enzym, magot, dan recycle limbah sampah yang lain.
“Kami sangat beruntung hari ini bisa mendapatkan banyak ilmu tata kelola sampah ini. Insha Allah di RT kami akan segera meniru yang telah dilakukan teman teman di perumahan Brawijaya Regency ini, ” ungkap Bu Asmoro diangguki antusias anggotanya.
Antusias para tamu begitu besar untuk belajar kelola sampah. Sampai tidak terasa hari sudah mulai gelap.
Pada akhir pertemuan, ibu Deasy dengan dibantu anggota komunitas pegiat lingkungan yang bernama Kibrawangi ini membagikan oleh oleh berupa sabun yang terbuat dari minyak jelantah/minyak bekas menggoreng.
Selain itu juga dibagikan Eco Enzym.
Sebelum para tamu beranjak meninggalkan Perumahan Brawijaya Regency, tidak lupa berfoto bersama, dan nereka masih menginginkan untuk terus belajar bersama. Bahkan ibu RT sudah terinspirasi ingin bergabung dengan Bank Sampah Banyuwangi untuk menabung sampah ditukar dengan emas, yang nantiny akan dijadikan untuk kebutuhan kas RT, supaya tidak sering iuran warga
jika ada sesuatu.
Kedatangan ibu ibu ini diliput juga oleh Metro TV dan jurnalnews yang akan tayang segera. Karena besok Minggu masih ada kegiatan bersama remaja Kibrawangi, nama dari seluruh perkumpulan ibu ibu dan remaja Perumahan Brawijaya Regency. (Zhie/AWN)


Komentar