Kegiatan yang digagas oleh Majelis Lingkungan Hidup dan Penanggulangan Bencana (MLHPB) Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Muhammadiyah Provinsi Jawa Timur ini difasilitasi oleh Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Muhammadiyah Kabupaten Banyuwangi.
Dilaksanakan selama 2 hari, Sabtu dan Ahad, 16 -17 Oktober 2021 di aula lantai 2 gedung Pusat Dakwah Muhammadiyah Jl. Adi Sucipto No. 8 Banyuwangi.
Kegiatan yang melibatkan semua unsur di organisasi Muhammadiyah ini diikuti oleh 29 orang. Mulai dari perwakilan Pimpinan Daerah Muhammadiyah, perwakilan Pimpinan Daerah A’isyiah, perwakilan Organisasi Otonom (Ortom) Pemuda Muhammadiyah, Tapak Suci Putra Muhammadiyah, Histbul Wathon, Nasyiatul A’isyiah, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah, perwakilan dari Sekolah Muhammadiyah dan juga perwakilan dari Amal Usaha Muhammadiyah dalam hal ini Rumah Sakit yang diwakili oleh Rumah Sakit Islam Fatimah Banyuwangi.
Kegiatan dibuka langsung oleh Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Banyuwangi Dr. H. Mukhlis Lahuddin M.Si. Dalam sambutannya disampaikan bahwa Kabupaten Banyuwangi yang terdiri dari 217 desa dan 25 kecamatan ini adalah daerah yang sangat kaya akan potensi bencana. Erupsi gunung berapi, tanah longsor, angin puting beliung, kekeringan juga tsunami.
Karena demikian besar ancaman bencana di Kabupaten Banyuwangi ini maka kegiatan Lokakarya, pelatihan dan simulasi tentang kebencanaan sangat penting untuk dilakukan, yang harapannya peserta yang statusnya relawan ini dapat saling bersinergi dalam satu komando PDM Kabupaten Banyuwangi.

Materi pertama disampaikan oleh Ketua MLHPB PWM Jawa Timur H. Rofi’i ST. MT. Dalam paparannya beliau menyampaikan bahwa Muhammadiyah dalam melakukan Dakwah Kemanusiaan ini dibentuk sebuah sistem yang sebut dengan One Muhammadiyah One Respons (OMOR). Yang mana dengan sistem ini dalam penanggulangan bencana respons yang dilakukan Muhammadiyah yang melibatkan semua unsur Sumber Daya Manusia (SDM) Muhammadiyah berada dalam satu sistem komando, visi dan misi.
Lembaga Penanggulangan Bencana (LPB) atau Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) tidak berdiri sendiri tetapi melibatkan semua Lembaga Ortom Muhammadiyah.
Keseruan acara terjadi di hari ke 2 ahad, 17 oktober 2021 dimana peserta melakukan TTX. TTX adalah suatu teknik latihan dalam bentuk diskusi untuk memberikan pemahaman, penyempurnaan dan review peraturan yang ada. Dalam hal ini peserta diberikan pemahaman tentang sistem penanganan darurat bercana terpadu yang melibatkan multisektor. Dalam simulasi peserta dibuat seolah olah dihadapkan pada situasi bencana banjir di kecamatan Pesanggaran.
Tindakan yang dilakukan :
Pertama, info bencana. Info bencana bisa datang dari siapa saja, dan info ini harus sampai ke PDM. Kedua, PDM memerintah kepada Ketua LPB/MDMC Kabupaten Banyuwangi untuk cek kebenaran info tersebut sekaligus melakukan asesmen.
Ketiga, Ketua LPB/MDMC melaporkan kembali ke PDM tentang kebenaran kejadian bencana banjir di Kecamatan Pesanggaran dan asesmen awal tentang bencana tersebut. PDM langsung menginstruksikan ke Ketua LPB/MDMC untuk melakukan aksi tanggap bencana.
Keempat, ketua LPB/MDMC langsung menghubungi semua unsur yang ada di struktur LPB/MDMC yg sudah dibentuk sebelumnya.
Didalam struktur LPB/MDMC ada sekretaris yang diisi dari Ortom Nasyiatul A’isyiah, bendaha dari LazizMu, informasi data dari Pemuda, penghubung dari Majelis Pendidikan Kader, bidang logistik dari Histbul Wathon, bidang hunian dari Tapak Suci, psikososial dari A’isyiah, bidang air bersih dan sanitasi Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah, sedangkan penanggungjawab kegiatan adalah PDM Kabupaten Banyuwangi.
Yang jelas, banyak hal baru yg didapat, terutama terkait dengan sinergi dan koordinasi antar Ortom di Muhammadiyah.
Kegiatan ditutup oleh drg. Imam Suyuti Sp.An Direktur Rumah Sakit Muhammadiyah Gresik. Beliau menyampaikan semoga kegiatan ini bisa membawa manfa’at dan ada kegiatan lanjutan agar struktur LPB/MDMC Kabupaten Banyuwangi lebih memahami tugas dan fungsinya ketika benar benar terjadi bencana. (Dafik Ismail)


Komentar